finnews.id – Jorge Martin datang ke MotoGP Catalunya 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil dominan di Le Mans. Pebalap asal Spanyol itu merasa Aprilia kini memiliki modal baru yang bisa membantu mereka tampil lebih kompetitif di Barcelona, meski trek tersebut diprediksi tetap menjadi salah satu tantangan terberat musim ini.
Martin baru saja membawa Aprilia mencetak hasil bersejarah lewat finis satu-dua-tiga di MotoGP Prancis. Ia memenangi sprint race dan grand prix, sekaligus memangkas jarak poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang masih memimpin klasemen sementara.
Meski momentum sedang berpihak kepadanya, Martin tidak ingin terlena. Ia menilai karakter Sirkuit Catalunya masih belum sepenuhnya cocok untuk motor Aprilia, terutama setelah performa mereka musim lalu tidak terlalu menonjol di trek tersebut.
“Le Mans luar biasa. Saya sangat menikmati momen itu dan untuk Aprilia, finis pertama, kedua, dan ketiga terasa tidak nyata,” ujar Martin.
“Tetapi kami harus siap menderita di sini. Saya rasa ini mungkin salah satu trek paling sulit untuk kami.”
Perubahan Motor Jadi Kunci Baru
Salah satu hal yang paling disorot Martin jelang balapan Catalunya adalah perkembangan motor Aprilia setelah tes di Jerez. Ia mengungkapkan tim bekerja keras memperbaiki posisi berkendara yang sebelumnya membuat dirinya cepat kelelahan.
Martin bahkan menyebut Aprilia kini memiliki “produk final” baru berupa desain tangki bahan bakar khusus yang dibuat sesuai kebutuhannya.
Menurutnya, perubahan itu membuat dirinya jauh lebih nyaman saat mengendarai motor dalam durasi panjang.
“Saat pertama naik Aprilia, saya sangat cepat lelah. Itu benar-benar masalah besar bagi saya,” kata Martin.
“Aprilia bekerja luar biasa dalam membuat komponen baru dan sekarang bentuk tangki itu bekerja sangat baik.”
Selain tangki bahan bakar, Martin juga terus bereksperimen dengan posisi setang dan tuas rem demi menemukan kenyamanan maksimal di atas motor RS-GP.
Catalunya Penuh Kenangan bagi Martin
Catalunya memiliki arti spesial bagi Martin. Di sirkuit itulah ia memastikan gelar juara dunia MotoGP 2024. Namun, Barcelona juga menyimpan sejumlah momen buruk dalam perjalanan kariernya.
Ia pernah mengalami cedera kaki di Catalunya dan juga sempat terjatuh saat memimpin balapan kelas Moto3.
Karena itu, Martin memilih menikmati akhir pekan balapan tanpa terlalu terbebani tekanan perebutan gelar dunia.
“Saya punya kenangan sangat bagus di sini, tetapi juga ada kenangan buruk,” ujar Martin.
“Sekarang saya hanya ingin menikmati momen dan bersyukur karena kondisi saya sehat.”