Home Ekonomi Pak Purbaya: Saya GAK AKAN MOHON-MOHON ke Asing! Indonesia Punya HARGA DIRI!
Ekonomi

Pak Purbaya: Saya GAK AKAN MOHON-MOHON ke Asing! Indonesia Punya HARGA DIRI!

Bagikan
Menkeu Purbaya mengaku tidak akan memohon-mohon ke investor asing
Menkeu Purbaya mengaku tidak akan memohon-mohon ke investor asing
Bagikan

Finnews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap tegasnya terhadap arus investasi asing di Indonesia. Menurutnya, pemerintah tidak akan bersikap inferior apalagi sampai “memohon-mohon” agar modal luar negeri masuk ke Tanah Air.

Ia memastikan, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada penguatan ekonomi nasional dari dalam negeri. Bukan bergantung pada kebaikan investor asing.

“Saya bukan tipe menteri keuangan yang mau menunduk di depan investor asing. Silakan datang kalau mau kerja sama. Tetapi kita tidak akan memohon-mohon. Negara ini berdiri di atas kemampuan rakyatnya sendiri,” tegas Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, pada Selasa,  4 November 2025.

Purbaya menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berangkat dari kekuatan internal. Investasi asing hanyalah pelengkap, bukan faktor penentu.

Ia menilai, selama ini banyak investor asing datang hanya untuk menikmati hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan membantu membangunnya.

“Kalau ekonomi kita kuat, mereka pasti datang dengan sendirinya. Bukan karena kita minta, tapi karena mereka butuh kita,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah akan lebih fokus mendorong percepatan sektor produktif domestik seperti industri pengolahan, manufaktur, dan teknologi lokal agar bisa menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah tinggi.

Seleksi Ketat untuk Investor Asing

Ke depan, Purbaya memastikan pemerintah akan memperketat seleksi terhadap investasi asing.

Ia tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar tenaga kerja murah atau lokasi pabrik dengan teknologi rendah.

“Kalau cuma buka konveksi atau tukang jahit, buat apa? Kita sudah punya banyak tenaga lokal yang mampu. Yang kita butuh itu teknologi baru. Bukan hanya modal,” tuturnya.

Kementerian Keuangan, lanjutnya, memiliki sejumlah instrumen fiskal yang bisa digunakan untuk mengarahkan investasi yang lebih berkualitas. Seperti insentif pajak, tarif impor, hingga kebijakan cukai.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, hingga akhir kuartal III-2025, Penanaman Modal Asing (PMA) hanya berkontribusi 44,9% atau Rp 644,6 triliun dari total investasi nasional senilai Rp 1.434,3 triliun.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...