finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan belum memiliki keinginan untuk kembali membuka jalur perundingan dengan Iran di tengah meningkatnya konflik antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa 14 Juli 2026.

“Untuk saat ini saya tidak ingin berunding. Saya tegaskan, kami tidak bernegosiasi. Tiga hari yang lalu, kami memiliki kesepakatan,” kata Trump pada Selasa 14 Juli 2026.

Ketegangan Meningkat Sejak Awal Juli

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejak 8 Juli 2026, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Komando Pusat AS mengklaim operasi militer tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Situasi semakin memanas setelah Iran pada Minggu mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dihentikan.

Sebelumnya, pada 13 Juli 2026, Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai “penjaga” Selat Hormuz. Ia juga mengumumkan rencana untuk kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran Serang Pangkalan AS

Di tengah eskalasi konflik, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke dua pangkalan udara Amerika Serikat, yakni Sheikh Isa di Bahrain dan Ali al-Salem di Kuwait.

IRGC mengklaim serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas militer, termasuk gudang persenjataan dan drone milik Amerika Serikat.

“Selama operasi, menggunakan rudal dan drone, beberapa gudang senjata dan suku cadang untuk kapal dan pesawat musuh dihancurkan di pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.

Sebuah lokasi yang menyimpan drone MQ-9 musuh di pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait juga diserang, menghancurkan dan merusak sejumlah drone,” kata IRGC, seperti dikutip penyiar pemerintah Iran IRIB.