finnews.id – Francesco Bagnaia mengakui Ducati hingga kini belum menemukan solusi untuk mengatasi masalah grip belakang yang terus mengganggu performanya sepanjang musim MotoGP 2026.

Masalah tersebut kembali terlihat saat MotoGP Jerman di Sachsenring. Juara dunia dua kali itu hanya mampu memulai balapan dari posisi ke-11 sebelum finis di urutan keenam, terpaut 11,495 detik dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang keluar sebagai pemenang.

Hasil tersebut membuat Bagnaia memasuki jeda musim panas di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan selisih 65 poin dari pemuncak klasemen. Hingga paruh musim, ia juga belum sekalipun meraih kemenangan pada balapan utama hari Minggu. Raihan terbaiknya sejauh ini hanya satu kemenangan sprint dan empat podium ketiga di grand prix.

Masalah Grip Belakang Belum Terpecahkan

Bagnaia mengungkapkan masalah grip belakang sudah dirasakannya sejak seri pembuka musim. Kondisi itu membuatnya kesulitan memanfaatkan ban belakang saat memasuki tikungan maupun ketika berakselerasi keluar tikungan.

“Jika melihat betapa sulitnya akhir pekan ini bagi saya, finis ketujuh dan keenam sebenarnya merupakan hasil yang bagus,” kata Bagnaia.

“Kami memang mendapatkan beberapa hal positif, meski tidak banyak. Saya rasa kami sedikit meningkatkan daya tahan ban dibandingkan kemarin.”

“Namun saya masih menghadapi masalah yang sama sejak balapan pertama. Saya tidak memiliki grip belakang. Saya tidak bisa memanfaatkan ban belakang untuk membantu motor berbelok dan berakselerasi.”

Menurut Bagnaia, hanya Alex Marquez yang sempat mengalami persoalan serupa di antara para pembalap Ducati. Namun, ia menilai tim Alex berhasil menemukan solusi sejak MotoGP Spanyol di Jerez.

“Satu-satunya pembalap Ducati yang mengalami masalah seperti saya adalah Alex. Dia mengalami masalah yang sama sebelum Jerez, lalu mereka berhasil menyelesaikannya.”

“Jadi saya benar-benar berharap jeda musim panas ini membantu tim memahami apa yang harus dilakukan.”

Pilih Mengamankan Poin di Sachsenring

Pada balapan MotoGP Jerman, Bagnaia sempat mendekati Jorge Martin yang membela Aprilia pada lap-lap akhir. Namun, ia memilih tidak mengambil risiko besar untuk melakukan manuver menyalip.

Menurutnya, Martin mengalami kesulitan pada bagian depan motor, sedangkan dirinya bermasalah dengan grip belakang sehingga keduanya saling menutupi kelemahan masing-masing.

“Dia kesulitan dengan bagian depan, sedangkan saya kesulitan dengan bagian belakang. Jadi kami saling mengimbangi dari sisi catatan waktu.”

“Saya sempat mencoba di tikungan 11, tetapi saya tidak cukup dekat. Akan terlalu berisiko jika memaksakan manuver. Menyebabkan kecelakaan bukanlah ide yang bagus.”

Bagnaia menambahkan pengalaman di masa lalu mengajarkannya bahwa menyelesaikan balapan jauh lebih penting daripada memaksakan manuver yang berpotensi berakhir dengan kecelakaan.

“Saya belajar dari masa lalu bahwa menyelesaikan balapan selalu menjadi pilihan yang lebih baik. Saya sudah mencoba segala cara dalam situasi lain, tetapi kali ini saya memang tidak cukup dekat untuk menyalip.”