finnews.id – KTM akhirnya mengakui tengah menghadapi masalah serius pada mesin motor MotoGP RC16. Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengungkapkan bahwa terdapat kerusakan internal pada mesin yang membuat sejumlah unit bahkan tidak lagi aman digunakan untuk balapan.
Masalah tersebut menjadi perhatian besar karena terjadi di tengah pembekuan pengembangan mesin MotoGP. Alhasil, KTM tidak bisa begitu saja melakukan perubahan tanpa mendapat persetujuan dari pabrikan lain.
KTM Akui Ada Masalah di Dalam Mesin
Pit Beirer mengonfirmasi bahwa KTM masih berusaha mengidentifikasi sekaligus mengatasi sumber masalah yang muncul pada mesin RC16.
“Kondisinya tidak mudah, ada sesuatu yang salah di dalam mesin kami,” kata Beirer kepada Sky Italia.
Ia menjelaskan bahwa risiko kerusakan masih tetap ada pada beberapa komponen.
“Kami tahu masih ada risiko pada beberapa bagian. Ada masalah dan kami harus menyelesaikannya. Bahkan ada beberapa mesin yang tidak bisa kami gunakan lagi karena alasan keselamatan.”
Beirer menambahkan bahwa jeda musim panas akan dimanfaatkan KTM untuk mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.
Sudah Beberapa Kali Menyebabkan Gangguan
Masalah mesin KTM bukan sekadar dugaan. Sepanjang MotoGP 2026, RC16 beberapa kali mengalami mati mesin secara tiba-tiba ketika sedang melaju di lintasan.
Insiden paling mencolok terjadi saat Pedro Acosta memimpin MotoGP Catalunya. Motor RC16 miliknya mendadak kehilangan tenaga sehingga memicu kecelakaan yang juga melibatkan Alex Marquez yang berada tepat di belakangnya.
Di MotoGP Belanda di Assen, motor Acosta kembali mengalami masalah serupa. Saat itu KTM menyebut penyebabnya berkaitan dengan sensor yang terganggu ketika motor melintasi kerb.
Meski sepanjang akhir pekan MotoGP Jerman di Sachsenring tidak terlihat gangguan teknis serupa, KTM mengakui akar permasalahan mesin sebenarnya belum sepenuhnya terselesaikan.
Terhambat Aturan Homologasi MotoGP
Upaya KTM memperbaiki mesin juga tidak mudah karena terbentur regulasi MotoGP.
Dengan adanya pembekuan spesifikasi mesin 1000 cc sejak awal musim 2025 untuk Ducati, Aprilia, dan KTM, setiap perubahan komponen internal memerlukan persetujuan dari pabrikan pesaing.
Beirer mengungkapkan bahwa Aprilia telah memberikan dukungan kepada KTM untuk membuka segel mesin demi melakukan pemeriksaan.
“Saya ingin berterima kasih kepada Fabiano Sterlacchini dan Massimo Rivola dari Aprilia yang telah membantu kami.”
Masalah yang baru muncul pada musim ini memunculkan dugaan bahwa penyebabnya lebih mengarah pada persoalan produksi atau manufaktur dibandingkan desain dasar mesin.