finnews.id – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, menegaskan Les Bleus kini siap menghadapi Spanyol lagi pada semifinal Piala Dunia 2026. Pertemuan di Dallas menjadi kesempatan bagi Prancis untuk membalas dua kekalahan menyakitkan dari La Roja dalam dua tahun terakhir.

Perjalanan perubahan Prancis bermula dari semifinal UEFA EURO 2024 di Munich. Saat itu, Les Bleus sempat unggul lebih dulu melalui gol Randal Kolo Muani, namun Spanyol membalikkan keadaan lewat gol spektakuler Lamine Yamal dan Dani Olmo untuk menang 2-1.

Usai pertandingan, Mbappe mengakui keunggulan lawannya.

“Mereka bermain bagus dan kami tidak cukup baik. Mereka mengungguli kami. Mereka lolos ke final dan kami tersingkir. Itulah realitas sepak bola. Kami harus move on,” kata Mbappe.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana Prancis menerima kekalahan dan menjadikannya sebagai awal untuk membangun tim yang lebih kuat.

Kekalahan dari Spanyol Jadi Awal Perubahan Prancis

Pelatih Didier Deschamps juga tidak mencari alasan atas kekalahan tersebut. Ia mengakui timnya gagal mencapai level permainan yang dibutuhkan untuk mengalahkan Spanyol.

“Tanggung jawab ada pada saya. Kami mencapai semifinal dan menghadapi Spanyol dengan kualitas seperti itu. Kami harus tampil dalam performa terbaik, tetapi hari itu kami sedikit berada di bawah level tersebut. Saya tidak akan mencari alasan,” ujar Deschamps.

Setelah EURO 2024, Deschamps memulai regenerasi besar-besaran. Sejumlah pemain senior seperti Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Benjamin Pavard, dan Kingsley Coman perlahan meninggalkan tim nasional.

Sebagai gantinya, Deschamps memberikan peran penting kepada generasi baru yang sebelumnya tampil bersama Prancis di Olimpiade Paris 2024. Nama-nama seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Manu Kone mulai menjadi bagian utama skuad Les Bleus.

Tak hanya merombak komposisi pemain, Deschamps juga mengubah pendekatan taktik. Formasi 4-3-3 yang digunakan pada EURO 2024 perlahan ditinggalkan dan digantikan sistem 4-2-3-1 yang lebih agresif dalam menyerang.