finnews.id – Kemenangan dominan Marc Marquez pada MotoGP Hungaria 2026 menjadi bukti bahwa pembalap Ducati tersebut masih mampu bersaing di level tertinggi. Meski belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu yang dialaminya pada akhir musim lalu, Marquez berhasil meraih pole position dan menyapu bersih kemenangan pada akhir pekan balapan di Sirkuit Balaton Park.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena diraih hanya satu bulan setelah operasi ketujuh pada bahu kanannya. Namun di balik hasil impresif itu, terdapat perubahan besar dalam pendekatan balap yang kini diterapkan juara dunia sembilan kali tersebut.

Cedera Memaksa Marquez Beradaptasi

Cedera yang dialami Marquez setelah balapan di Indonesia pada Oktober tahun lalu memberikan dampak yang lebih serius dibandingkan perkiraan awal. Pada awal musim 2026, ia bahkan kesulitan saat melahap tikungan kiri yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya.

Meski mampu kembali ke jalur kemenangan, kondisi fisiknya masih jauh dari ideal. Kepala kru Ducati, Marco Rigamonti, mengungkapkan bahwa keterbatasan utama Marquez saat ini bukan terletak pada kecepatan, melainkan kekuatan fisik.

Menurut Rigamonti, Marquez belum mampu menggunakan tenaga maksimal sepanjang sesi maupun balapan. Karena itu, pendekatan yang diterapkannya kini jauh lebih terukur dibandingkan sebelumnya.

Saat sesi latihan bebas, Marquez tidak lagi memaksa diri untuk melaju cepat dalam banyak putaran. Ia memilih hanya beberapa lap tertentu untuk menyerang dan memahami batas kemampuan motor, sementara lap lainnya digunakan untuk menghemat energi dan menjaga kondisi fisik.

Mengandalkan Efisiensi daripada Kekuatan

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Marquez adalah saat harus mengendalikan wheelie atau terangkatnya roda depan motor ketika berakselerasi.

Dalam kondisi normal, pembalap biasanya menggunakan kekuatan lengan untuk menahan gejala tersebut. Namun setelah operasi terbaru, Marquez belum memiliki kekuatan yang cukup pada bagian bahu dan lengan kanan.

Akibatnya, ia harus mencari cara berbeda untuk mengendalikan motor. Dalam beberapa situasi, ia lebih banyak memanfaatkan posisi tubuh dan kekuatan kaki untuk menjaga stabilitas motor. Metode tersebut memang tidak seefektif kondisi fisik normal, tetapi cukup membantu dirinya tetap kompetitif di lintasan.

Perubahan pendekatan ini menunjukkan bagaimana Marquez kini lebih mengandalkan kecerdasan balap dan pengelolaan energi dibandingkan agresivitas yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khasnya.