finnews.id – Federasi Automobil Internasional (FIA) resmi mengumumkan penyesuaian terhadap regulasi power unit Formula 1 generasi baru. Salah satu perubahan paling penting adalah penundaan penerapan rasio tenaga 60/40 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem kelistrikan yang kini baru akan berlaku penuh mulai musim 2028.

Keputusan tersebut lahir setelah serangkaian diskusi antara FIA, Formula One Management (FOM), tim-tim peserta, serta para produsen mesin yang terlibat dalam era regulasi baru Formula 1.

Perubahan Dilakukan Secara Bertahap

Sebelumnya, Formula 1 berencana menerapkan rasio tenaga 60 persen dari mesin pembakaran internal dan 40 persen dari sistem listrik mulai musim 2027. Namun, sejumlah produsen mesin menyuarakan keberatan karena perubahan yang dianggap terlalu besar dalam waktu singkat.

Sebagai solusi, FIA memilih pendekatan bertahap selama dua musim.

Pada musim 2027, tenaga maksimum mesin pembakaran internal akan naik dari 400 kW menjadi 420 kW. Peningkatan tersebut diperoleh melalui kenaikan aliran bahan bakar sebesar lima persen.

Sementara itu, tenaga MGU-K atau motor generator yang berfungsi sebagai sistem pemulihan energi akan turun dari 350 kW menjadi 300 kW. Komposisi tersebut menghasilkan pembagian tenaga sekitar 58 persen dari mesin pembakaran internal dan 42 persen dari sistem listrik.

Baru pada musim 2028 Formula 1 akan mencapai target akhir rasio 60/40. Tenaga mesin pembakaran internal akan ditingkatkan menjadi 450 kW, didukung kenaikan aliran bahan bakar sebesar 13 persen dibandingkan regulasi 2026. Di sisi lain, tenaga MGU-K tetap berada di angka 300 kW.

Fokus pada Kualitas Balapan

FIA menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan mengatasi sejumlah tantangan yang muncul dari karakteristik manajemen energi pada mobil Formula 1 generasi baru.

Dalam pernyataannya, FIA menegaskan bahwa paket regulasi terbaru dirancang untuk memperbaiki pengelolaan energi selama balapan dan sesi kualifikasi tanpa mengurangi kualitas persaingan di lintasan.

Badan pengatur motorsport dunia itu juga menyebut perubahan tersebut mencakup penyesuaian output mesin pembakaran internal, aliran energi bahan bakar, pemanfaatan sistem pemulihan energi, serta fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan energi selama balapan.

Selain aspek teknis, FIA juga memasukkan sejumlah penyesuaian terkait pasokan power unit, operasional balapan, dan regulasi finansial yang berkaitan dengan pengembangan mesin.