finnews.id – Wacana besar tengah mengguncang lingkungan MotoGP setelah para pabrikan yang tergabung dalam Manufacturers’ Association (MSMA) mendorong aturan baru yang memungkinkan setiap pembalap hanya menggunakan satu motor selama sesi latihan. Usulan tersebut memicu perdebatan luas di dalam paddock karena dinilai dapat membawa dampak besar terhadap aspek teknis, olahraga, hingga komersial kejuaraan.

Pembahasan mengenai aturan tersebut semakin menguat setelah pertemuan MSMA yang berlangsung di Sirkuit Balaton, Hungaria. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai gagasan sulit diwujudkan kini justru semakin dekat menjadi kenyataan dan berpotensi diterapkan pada era regulasi baru MotoGP.

Usulan Penggunaan Satu Motor Makin Menguat

Pertemuan yang melibatkan para petinggi Ducati, Yamaha, Honda, KTM, dan Aprilia menunjukkan adanya dukungan yang cukup besar terhadap konsep satu motor untuk setiap pembalap selama sesi latihan.

Jika nantinya disetujui, pembalap tetap akan memiliki dua motor pada hari balapan. Namun selama latihan bebas dan sesi persiapan lainnya, hanya satu motor yang dapat digunakan di lintasan. Motor cadangan akan tetap berada di belakang garasi atau transporter tim.

Keputusan final masih harus mendapatkan persetujuan dari Grand Prix Commission. Meski demikian, banyak pihak di paddock mulai menganggap peluang aturan tersebut lolos sangat besar.

Alasan Utama Adalah Penghematan Biaya

Pabrikan beralasan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk menekan pengeluaran operasional yang terus meningkat.

Menurut sejumlah eksekutif yang dikutip Motorsport.com, penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 1,5 juta euro per tim. Pengurangan biaya berasal dari kebutuhan staf yang lebih sedikit serta berkurangnya jarak tempuh motor prototipe selama musim berlangsung.

Selain mengurangi jumlah motor yang aktif digunakan, para pabrikan juga disebut mendukung gagasan pemangkasan durasi sesi latihan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi menjelang dimulainya siklus komersial baru MotoGP periode 2027 hingga 2031.