Kekhawatiran terhadap Pengembangan Motor

Meski menawarkan keuntungan finansial, usulan tersebut menuai banyak kritik dari sisi teknis.

Selama ini setiap pembalap memiliki dua motor yang memungkinkan tim melakukan perbandingan langsung ketika menguji komponen baru. Misalnya, satu motor menggunakan sasis atau swingarm baru, sementara motor lainnya tetap memakai spesifikasi lama.

Dengan hanya satu motor yang tersedia, proses evaluasi komponen diperkirakan akan berlangsung lebih lambat.

Seorang insinyur KTM yang berbicara kepada Motorsport.com menjelaskan bahwa pengembangan motor bisa memakan waktu dua kali lebih lama karena tidak lagi tersedia perbandingan langsung di lintasan.

Kekhawatiran ini semakin relevan mengingat MotoGP akan memasuki era regulasi teknis baru pada 2027. Pada periode tersebut, seluruh pabrikan diperkirakan membutuhkan waktu dan sumber daya besar untuk mengembangkan motor generasi berikutnya.

Dampak bagi Pembalap dan Jalannya Akhir Pekan Balap

Perubahan aturan juga dapat memengaruhi aktivitas pembalap selama akhir pekan balapan.

Dalam sistem saat ini, pembalap yang mengalami kecelakaan masih bisa segera kembali ke lintasan menggunakan motor kedua. Namun jika aturan baru diterapkan, situasinya akan berbeda.

Apabila pembalap mengalami kecelakaan pada waktu tertentu selama sesi latihan, mereka mungkin harus menunggu hingga sesi berikutnya sebelum kembali berkendara. Kondisi tersebut dapat mengurangi waktu adaptasi terhadap lintasan sekaligus memengaruhi persiapan menjelang balapan.

Dari sisi olahraga, berkurangnya aktivitas di lintasan juga dikhawatirkan mengurangi kualitas persaingan dan proses pengumpulan data yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan performa motor.

Sponsor dan Pemilik MotoGP Ikut Terdampak

Kontroversi tidak hanya muncul dari sisi teknis dan olahraga. Aspek komersial juga menjadi perhatian serius.

Sejak akuisisi MotoGP oleh Liberty Media pada 2025, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kejuaraan secara global. Salah satu fokus utama adalah memperbanyak aksi di lintasan demi meningkatkan nilai hiburan bagi penggemar.

Karena itu, sebagian pihak menilai aturan satu motor justru bertentangan dengan tujuan tersebut. Jika pembalap lebih sedikit berada di lintasan akibat kecelakaan atau keterbatasan penggunaan motor, maka eksposur sponsor juga akan berkurang.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi nilai kerja sama komersial yang selama ini dibangun berdasarkan asumsi bahwa setiap pembalap memiliki dua motor yang siap digunakan sepanjang akhir pekan.