finnews.id — Panggung megah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi sepak bola tanah air. Pemain muda berbakat, Mathew Baker, resmi mengukir rekor fantastis sebagai pemain debutan termuda sepanjang sejarah Timnas Indonesia senior. Catatan emas ini lahir saat Skuad Garuda sukses menggilas timnas Oman dengan skor telak 3-0 dalam laga uji coba FIFA Matchday, Jumat (5/6) malam WIB.
Pelatih John Herdman memberikan kepercayaan besar kepada Baker untuk mencicipi atmosfer pertandingan internasional pada pertengahan babak kedua. Pemuda bertalenta ini masuk ke lapangan hijau untuk menggantikan penyerang sayap, Ragnar Oratmangoen. Saat melangkah masuk ke lapangan menggantikan sang senior, Baker baru menginjak usia 17 tahun 29 hari.
Catatan luar biasa dari pemain kelahiran 13 Mei 2009 ini secara otomatis mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Arkhan Kaka. Striker muda tersebut menorehkan rekor lama saat membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2024. Kala itu, Arkhan Kaka menjalani debut seniornya pada usia 17 tahun 3 bulan 7 hari. Kini, Mathew Baker resmi menggeser posisi tersebut dan bertengger di puncak daftar pemain termuda Skuad Garuda.
Garis Keturunan dan Karier Moncer di Australia
Mathew Baker merupakan pesepak bola yang memiliki darah campuran Australia dan Indonesia. Garis keturunan asing berasal dari sang ayah yang merupakan warga negara Australia. Sementara itu, darah Indonesia mengalir kuat dari ibunya yang lahir dan besar di Jakarta. Perpaduan latar belakang ini membentuk karakter Baker sebagai salah satu pemain diaspora yang paling menjanjikan saat ini.
Meski memilih untuk membela panji Merah Putih di kancah internasional, Baker merintis karier sepak bolanya di Negeri Kanguru. Sejak tahun 2021 hingga saat ini, ia tergabung dalam akademi elite salah satu klub raksasa Australia, Melbourne City. Pembinaan kompetitif di klub tersebut berhasil menempa kemampuan olah bola Baker hingga melesat melampaui usianya.
Sebelum menembus skuad Melbourne City, pemuda kelahiran Melbourne ini telah menimba ilmu di beberapa klub lokal Australia. Baker tercatat pernah memperkuat Malvern City pada rentang tahun 2016 hingga 2017. Setelah itu, ia melanjutkan proses pertumbuhannya bersama Box Hill United selama tiga tahun, tepatnya pada 2018 sampai 2021, sebelum akhirnya bakat besarnya tercium oleh pemandu bakat Melbourne City.
Atribut Mewah Sang Pemain Serba Bisa
Salah satu alasan mendasar mengapa tim pelatih Timnas Indonesia kepincut dengan Baker adalah fleksibilitas taktiknya yang luar biasa. Pemain berpostur 172 sentimeter ini tergolong sebagai pemain serba bisa atau versatile. Kualitas ini memungkinkannya untuk mengemban beberapa peran krusial di lini belakang maupun lini tengah, mulai dari bek tengah, bek kiri, hingga posisi gelandang bertahan.