Operasi Ketujuh Menjadi Titik Balik
Perjalanan menuju kebangkitan tidak berjalan mudah. Setelah meraih gelar dunia pada musim 2025, Marquez kembali harus menghadapi kenyataan pahit ketika mengalami cedera bahu yang memaksanya naik meja operasi lagi.
Awalnya ia berharap bisa pulih sepenuhnya sebelum memasuki rangkaian balapan Eropa. Namun setelah menjalani berbagai tes dan latihan, ia menyadari masih ada masalah yang menghambat performanya.
Rigamonti menjelaskan bahwa Marquez sempat mengira penurunan kekuatan fisiknya hanya disebabkan kurangnya latihan selama jeda musim dingin. Namun saat kembali tampil di Jerez, ia menyadari kondisinya tidak membaik sesuai harapan.
Pemeriksaan medis lanjutan akhirnya menemukan sumber masalah pada lengannya, yang kemudian mendorong keputusan untuk menjalani operasi tambahan.
Mugello Menjadi Sinyal Positif
Perubahan mulai terlihat saat Marquez kembali turun balapan di Mugello setelah absen pada MotoGP Catalunya.
Meski sirkuit Italia tersebut terkenal sangat menguras fisik, Marquez mampu menunjukkan peningkatan performa dibandingkan awal musim. Ia kembali kompetitif di tikungan kiri dan mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya.
Bagi Ducati, Mugello menjadi indikasi pertama bahwa proses pemulihan berjalan ke arah yang benar. Hasil tersebut kemudian berlanjut di Hungaria, tempat Marquez akhirnya kembali berdiri di puncak podium.
Walaupun demikian, Ducati menyadari bahwa proses pemulihan belum selesai. Marquez masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatan otot secara penuh agar dapat tampil konsisten sepanjang akhir pekan balapan.
Masih Ada Tanda Tanya Besar
Meski kemenangan di Hungaria menunjukkan perkembangan signifikan, baik Marquez maupun Ducati belum berani menyatakan bahwa sang pembalap telah kembali ke performa terbaiknya.
Rigamonti mengakui sulit untuk mengetahui seperti apa kondisi 100 persen Marquez setelah melalui begitu banyak cedera dan operasi sepanjang kariernya. Bahkan jika pemulihan fisik berjalan sempurna, tingkat persaingan MotoGP saat ini juga jauh lebih ketat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Para rival terus berkembang, sementara generasi muda semakin kompetitif. Karena itu, standar performa yang dibutuhkan untuk mendominasi kejuaraan juga semakin tinggi.
Namun satu hal yang sudah terlihat jelas adalah kemampuan Marquez untuk beradaptasi. Ketika kondisi fisik tidak lagi memungkinkan untuk mengandalkan kekuatan penuh, ia memilih mengubah gaya balap dan pendekatan di atas motor. Hasilnya langsung terlihat melalui kemenangan yang diraih di Hungaria.