Yamaha Soroti Pilihan Ban Belakang
Meski awalnya diduga sebagai masalah teknis, Direktur Tim Monster Yamaha, Massimo Meregalli, memiliki pandangan berbeda.
Menurut Meregalli, sumber utama kesulitan Quartararo kemungkinan berasal dari penggunaan ban belakang kompon medium yang tidak cocok dengan karakter motor Yamaha dalam kondisi lintasan Balaton Park saat itu.
Sementara sebagian besar pembalap papan atas menggunakan ban medium, pembalap Yamaha lainnya justru memilih kompon lunak di bagian belakang.
Meregalli menjelaskan bahwa kombinasi motor dan kondisi lintasan membuat ban medium tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Akibatnya, Quartararo kehilangan kepercayaan diri, melakukan kesalahan yang berujung penalti, hingga akhirnya memutuskan mengakhiri balapan lebih awal.
Akhir Pekan yang Ingin Segera Dilupakan
Dengan empat lap tersisa, Quartararo memilih masuk ke pit dan mengakhiri balapannya. Ia tercatat sebagai pembalap yang gagal melihat bendera finis pada balapan utama MotoGP untuk pertama kalinya musim ini.
Sementara itu, Jack Miller menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan finis di posisi kedelapan.
Ketika ditanya apakah ada sisi positif yang bisa dibawa menuju seri berikutnya di Brno, Quartararo memberikan jawaban singkat yang menggambarkan kekecewaannya.
“Tidak. Kami tidak membawa apa pun,” tegas pembalap asal Prancis tersebut.
Hasil di Balaton Park menjadi pukulan lain bagi Quartararo dan Yamaha yang masih berupaya menemukan konsistensi untuk bersaing di barisan depan MotoGP 2026.
Penutup
MotoGP Hungaria 2026 menjadi salah satu akhir pekan paling sulit bagi Fabio Quartararo musim ini. Berawal dari masalah performa motor, situasi berkembang menjadi rangkaian penalti yang menghapus peluang meraih poin. Yamaha kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan penyebab masalah tersebut benar-benar teridentifikasi sebelum seri berikutnya digelar di Brno.
Referensi:
- Crash.net — “Wrong everywhere”: Fabio Quartararo penalised twice after mystery Balaton MotoGP issue