Sementara itu, kelas-kelas pendukung baru mengikuti perubahan serupa pada 2011.

Jika format dua pembalap per baris benar-benar diterapkan, maka ini akan menjadi perubahan terbesar dalam susunan start MotoGP dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Kualifikasi Akan Semakin Penting

Salah satu konsekuensi dari grid yang lebih sempit adalah meningkatnya pentingnya sesi kualifikasi.

Dengan hanya dua pembalap dalam setiap baris, posisi start akan menjadi semakin berharga. Pembalap yang gagal meraih posisi depan berpotensi menghadapi tantangan lebih besar untuk menembus kelompok terdepan saat balapan berlangsung.

Situasi tersebut juga semakin relevan sejak MotoGP memperkenalkan Sprint Race, karena hasil kualifikasi kini menentukan posisi start untuk dua balapan dalam satu akhir pekan.

Langkah Keselamatan Lain Sedang Dipertimbangkan

Selain perubahan susunan grid, MotoGP juga tengah mengevaluasi sejumlah solusi keselamatan lainnya.

Beberapa di antaranya meliputi percepatan penghapusan perangkat holeshot yang memang sudah dijadwalkan dilarang mulai musim 2027, penambahan perlindungan pada area roda belakang dan swingarm, serta penerapan Crash Warning System yang dirancang untuk memberikan peringatan lebih cepat kepada pembalap saat terjadi kecelakaan di lintasan.

Semua langkah tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan kini menjadi fokus utama MotoGP di tengah meningkatnya performa motor dan ketatnya persaingan di lintasan.

Penutup

Rencana uji coba grid start ala Formula 1 di GP Hungaria menjadi salah satu langkah terbaru MotoGP dalam meningkatkan keselamatan pembalap. Dengan memberikan ruang lebih besar antar motor saat start, penyelenggara berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan pada momen paling krusial dalam balapan. Jika terbukti efektif, bukan tidak mungkin format baru ini akan diterapkan secara permanen pada musim-musim mendatang.

Referensi:

  • Crash.net — “MotoGP set to test F1-style grid spacing in Hungary?”