Setelah waktu pelayanan dibuka kembali, kami mendapat urutan pertama yang dipanggil, beliau maju ke depan, beberapa saat kemudian beliau menoleh ke arah saya sambil bertanya, “bawa uang?” Tentu dari kantor sudah saya siapkan biaya yang diperlukan untuk pengurusan visa. Tiga hari kerja ke depan adalah hari Senin. Sedangkan hari Minggu, seharusnya beliau berangkat ke Inggris agar bisa mengikuti acara di hari Senin yang rencananya dihadiri juga oleh menteri keuangan kala itu.
Saya terus memantau alur proses pengajuan visa tersebut melalui aplikasi online yang tersedia. Plong rasanya ketika hari berikutnya, Jumat, pada layar tertera bahwa paspor sudah berada di Kedutaan Inggris. Siang harinya saya dikabari bahwa Bapak Dahlan Iskan membatalkan rencana keberangkatannya ke Inggris karena harus segera ke Singapura. Kondisi kesehatan beliau yang mengharuskannya ke Singapura sesegera mungkin.
Upaya pun dilakukan untuk mengeluarkan paspor yang sedang diproses di Kedutaan Inggris. Pertama, saya menghubungi Ibu Nany Widjaja, berusaha mendapatkan bantuan. Beliau memberikan nomor HP mendiang Bapak Djoko Susilo –mantan duta besar Swiss, yang pernah menjadi wartawan, juga koresponden Jawa Pos di Amerika dan di Inggris.
Saya pun mengikuti saran Ibu Nany, menghubungi Bapak Djoko Susilo yang kemudian mendiang menyarankan agar saya menghubungi Bapak Des Alwi disertai nomor HP yang bisa saya dihubungi. Tidak menunggu lama, saya segera menelepon mendiang Bapak Des Alwi. Mungkin karena beliau sudah lebih dulu dihubungi oleh Bapak Djoko Susilo, maka ketika saya menelepon, sebelum saya selesai bicara, beliau langsung berkata: “bilang saja Pak dirjen sudah setuju”. Suaranya berat penuh kharisma. “Clue” sudah didapat, tinggal berpacu dengan waktu.
Hari itu Jumat, jam operasional terbatas. Rekan kerja saya, Pak Ghofir, dengan RX King-nya seakan lupa bahwa ada yang memboceng di belakangnya. Palang perlintasan kereta api yang hampir menutup pun diterjangnya, whooosh.. Di belakang kami KRL jurusan Tanah Abang- Maja melesat dengan cepatnya. Puji Tuhan.