Tidak sampai hati rasanya jika harus melanjutkan komunikasi dengan membahas topik makanan dan kesenangan memasak. Cukuplah dengan menekan tombol atau atau sebaris kalimat dukungan untuk setiap aktivitas yang dibagikannyi di FB-nyi.
Tentang buah pala dan kenari, saya juga punya kenangan. Semasa kecil di desa dulu, saya dan teman-teman biasanya mencari buah kenari yang jatuh. Pohon tinggi besar yang tumbuh di tepi sungai itu membuat buah yang berjatuhan lebih banyak ke sungai. Seru saat berusaha memecah biji kenari. Rasa sakit di jari akibat tertumbuk batu ketika berusaha memecahkan bagian kulit yang keras, pulih seketika saat biji kenari yang gurih renyah itu berhasil dikeluarkan dari “cangkangnya”. Wajar saja harga kacang kenari jauh lebih mahal dibandingkan dengan kacang mede jika dipakai sebagai topping kue brownies.
Buah pala juga unik. Beda asal, beda pula cara memanfaatkannya. Ketika dulu saya di Manado, daging buah pala biasa dijadikan manisan. Teksturnya renyah karena cara pembuatannya direndam di air gula selama berhari-hari. Ada juga yang ditambahkan cabai untuk jenis manisan pala rasa pedas. Biji pala dijual terpisah, pun kulit tipis yang melapisi biji pala itu juga dimanfaatkan, dikeringkan dan dijual tersendiri, namanya fuly. Ini banyak dibeli orang sebagai oleh-oleh khas Manado.
Sedangkan buah pala yang biasa ditemukan di Bogor, berbentuk manisan kering, diberi warna hijau dan bertabur gula putih. Es buah pala yang segar, disandingkan dengan semangkuk soto kuning yang khas itu, merupakan paduan kuliner yang hanya bisa ditemukan di Suryakencana di kota Bogor. Yummy.
Des Alwi
Nama Des Alwi disebut dalam tulisan Disway hari ini, membuat saya perlu mengenang kembali jasa mendiang. Bukan jasa yang diberikan kepada saya tetapi kepada pimpinan saya ketika saya masih bekerja di Jawa Pos dulu –Bapak Dahlan Iskan. Tidak banyak orang yang tahu, bahkan mungkin tidak percaya, namun kenyataan itulah yang saya alami.
Suatu ketika di tahun 2005, saya mendapat tugas yang cukup “mendebarkan”, mengurus visa Inggris atas nama Bapak Dahlan Iskan.