Home Market WIKA Tancap Gas! Margin Operasi Naik 9,1 Persen, Utang Turun Triliunan di Kuartal I-2026
Market

WIKA Tancap Gas! Margin Operasi Naik 9,1 Persen, Utang Turun Triliunan di Kuartal I-2026

Bagikan
WIKA catat margin operasi 9,1% dan utang turun Rp2,97 triliun di kuartal I-2026. Transformasi mulai tunjukkan hasil positif.
Ilustrasi WIKA
Bagikan

Dampaknya langsung terasa pada kinerja keuangan. Laba kotor tercatat naik 3% menjadi Rp238,36 miliar. Sementara itu, EBITDA operasi melonjak 10,3% hingga mencapai Rp104,9 miliar.

Selain itu, WIKA juga berhasil menekan biaya usaha sebesar 10,5% secara tahunan. Penurunan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan.

Utang Turun Rp2,97 Triliun, Disiplin Keuangan Diperketat

Tidak hanya fokus pada profitabilitas, WIKA juga memperkuat struktur keuangan. Perseroan mencatat penurunan total utang sebesar Rp2,97 triliun atau turun 7,4% dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan ini terdiri dari utang mitra kerja yang berkurang Rp2,01 triliun atau turun 33,4%. Selain itu, utang berbunga juga turun sebesar Rp959,72 miliar atau 2,8%.

Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus memenuhi kewajiban kepada mitra kerja dan kreditur.

Manajemen Beberkan Strategi Lanjutan

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan bahwa hasil ini menjadi bukti nyata dari konsistensi transformasi yang dijalankan perusahaan.

“Peningkatan margin dan efisiensi ini menjadi bukti bahwa langkah transformasi mulai memberikan hasil positif. Kami akan terus fokus pada penguatan fundamental operasional dan disiplin keuangan,” ujarnya.

Ke depan, WIKA akan melanjutkan strategi seleksi proyek secara lebih ketat. Selain itu, perusahaan juga memperkuat tata kelola serta pengelolaan arus kas agar kinerja tetap sehat dan berkelanjutan.

Fokus Keberlanjutan Jadi Kunci

WIKA menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan bisnis melalui implementasi proyek yang lebih efisien dan berkualitas.

Strategi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja jangka pendek, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kombinasi efisiensi, penguatan fundamental, dan selektivitas proyek, perusahaan optimistis dapat menghadapi tantangan industri konstruksi yang masih dinamis. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Netomi Amankan Pendanaan Seri C Senilai USD110 Juta untuk Ekspansi AI Layanan Pelanggan

Fokus pada Implementasi dan Agen Proaktif Dengan dukungan dana fantastis ini, Netomi...

Market

Meta Platforms Target Raup USD25 Miliar dari Obligasi: Siap Jor-joran Investasi AI!

“Kami terus melihat pengawasan terhadap isu-isu terkait remaja dan memiliki persidangan tambahan...

Rangkuman perdagangan 30 April 2026: IHSG turun 2,03% ke 6.956, asing net sell Rp1,5 triliun, saham big caps tertekan.
Market

Rangkuman Perdagangan 30 April 2026: IHSG Rontok ke 6.956, Asing Kabur Rp1,5 Triliun!

Arus dana keluar ini memberi tekanan signifikan terhadap indeks, terutama pada saham-saham...

Rupiah jatuh ke 17.385 dan IHSG ambles 2,5% dipicu lonjakan harga minyak. Pasar Asia kompak melemah di tengah ketegangan global.
Market

Rupiah Tembus 17.385 dan IHSG Ambles 2,5 Persen! Gejolak Minyak Picu Kejatuhan Pasar Asia

Menurutnya, tagihan impor energi yang lebih tinggi menciptakan dilema kebijakan. Di satu...