Home Market Meta Platforms Target Raup USD25 Miliar dari Obligasi: Siap Jor-joran Investasi AI!
Market

Meta Platforms Target Raup USD25 Miliar dari Obligasi: Siap Jor-joran Investasi AI!

Bagikan
Meta Platforms bakal jual obligasi hingga $25 miliar demi investasi AI.
Bagikan

finnews.id — Meta Platforms berencana menjual obligasi berkualitas investasi senilai antara $20 miliar dan $25 miliar, Bloomberg News melaporkan pada Kamis, 30 April 2026, mengutip sumber yang mengetahui transaksi tersebut.

Perusahaan tersebut telah mengumpulkan USD30 miliar dalam penawaran obligasi terbesarnya tahun lalu, sebagai bagian dari dorongan terbaru oleh perusahaan teknologi besar untuk berinvestasi melalui utang setelah bertahun-tahun mengandalkan arus kas yang kuat untuk mendanai investasi.

Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Raksasa media sosial tersebut pada hari Rabu menaikkan perkiraan belanja modalnya untuk tahun 2026 sebesar $10 miliar menjadi kisaran USD125 miliar hingga USD145 miliar.

Belanja Modal Jumbo untuk Infrastruktur Kecerdasan Buatan

Keputusan pengumpulan dana ini berkaitan erat dengan rencana ekspansi besar Meta di bidang teknologi masa depan. Pada Rabu (29/4/2026), Meta menaikkan perkiraan belanja modal tahunannya hingga $10 miliar. Kini, proyeksi anggaran belanja perusahaan untuk tahun 2026 berada di kisaran $125 miliar hingga $145 miliar.

Peningkatan anggaran ini menjadi sinyal kuat bahwa Meta siap menginvestasikan miliaran dolar lebih banyak ke dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Namun, pengumuman ini justru membuat para investor bereaksi negatif, yang mengakibatkan saham perusahaan turun lebih dari 6 persen dalam perdagangan setelah jam tutup bursa.

Meski investor merasa khawatir, Matt Britzman, seorang analis di Hargreaves Lansdown, menilai reaksi tersebut kemungkinan besar berlebihan.

“Pengeluaran modal Meta yang lebih tinggi membuat investor khawatir tetapi kemungkinan besar berlebihan karena mencerminkan harga memori yang lebih mahal daripada perubahan pada rencana investasi Meta,” ujar Matt Britzman.

Tantangan Hukum dan Penurunan Jumlah Pengguna

Di tengah ambisi AI yang besar, Meta juga harus menghadapi badai regulasi. Perusahaan memperingatkan bahwa pengawasan ketat di Uni Eropa dan Amerika Serikat dapat memengaruhi hasil keuangan mereka secara signifikan. Terutama terkait isu keselamatan remaja dan tuduhan platform yang adiktif.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Netomi Amankan Pendanaan Seri C Senilai USD110 Juta untuk Ekspansi AI Layanan Pelanggan

finnews.id — Kabar membanggakan datang dari dunia teknologi global. Startup layanan pelanggan...

WIKA catat margin operasi 9,1% dan utang turun Rp2,97 triliun di kuartal I-2026. Transformasi mulai tunjukkan hasil positif.
Market

WIKA Tancap Gas! Margin Operasi Naik 9,1 Persen, Utang Turun Triliunan di Kuartal I-2026

finnews.id — Kinerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mulai menunjukkan sinyal...

Rangkuman perdagangan 30 April 2026: IHSG turun 2,03% ke 6.956, asing net sell Rp1,5 triliun, saham big caps tertekan.
Market

Rangkuman Perdagangan 30 April 2026: IHSG Rontok ke 6.956, Asing Kabur Rp1,5 Triliun!

finnews.id — Pergerakan pasar saham Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026) menyisakan...

Rupiah jatuh ke 17.385 dan IHSG ambles 2,5% dipicu lonjakan harga minyak. Pasar Asia kompak melemah di tengah ketegangan global.
Market

Rupiah Tembus 17.385 dan IHSG Ambles 2,5 Persen! Gejolak Minyak Picu Kejatuhan Pasar Asia

finnews.id — Tekanan besar menghantam pasar keuangan Asia. Mayoritas mata uang dan...