Di Indonesia pengawasan kepada anak lebih bersifat kolektif: dijaga bersama oleh keluarga besar. Akibatnya pembentukan jiwa mandiri tidak kuat.
Anda sudah tahu: bangsa yang membuat anak lebih mandiri adalah Eropa Utara: Denmark, Finland, Norway dan Swedia.
Tapi semua itu tidak berlaku umum. Tentu ada pengecualian: misalnya Anda. (DAHLAN ISKAN)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 26 April 2026: Fisika Arco
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
@pak Kalender.. INOVASI DARI ORANG TIONGKOK MULAI BANYAK BERMUNCULAN: BAGAIMANA PROSPEKNYA DALAM MEMENANGKAN HADIAH NOBEL..? Sejarah panjang Tiongkok memang akrab dengan inovasi. 1) Kertas, 2) Kompas, 3) Bubuk mesiu. 4) Bahkan obat malaria modern dari Tu Youyou lahir dari ramuan tradisional. Ini bukan kebetulan. Ini budaya panjang: 1) eksperimen, 2) adaptasi, dan 3) ketekunan. Kini momentumnya kembali. 1) Investasi riset naik. 2) Publikasi ilmiah melonjak. 3) Laboratorium tumbuh seperti jamur musim hujan. Tiongkok mulai mengejar, bahkan di beberapa bidang sudah memimpin. BAGAIMANA peluang Tiongkok mendapat Hadiah Nobel? Terbuka. Bahkan makin sering terdengar. Apakah Barat lebih dimudahkan? Secara resmi, tidak ada aturan begitu. Nobel Prize menilai karya, bukan paspor. Tapi realitasnya bisa saja orang Eropa/Amerika lebih diuntungjan. Jaringan akademik, akses jurnal, reputasi institusi—banyak berpusat di Eropa dan Amerika. Ini bukan konspirasi. Ini ekosistem lama yang belum sepenuhnya berubah. Namun angin mulai bergeser. Kolaborasi global makin luas. Peneliti Asia makin terlihat. Nama-nama baru muncul di panggung besar.
Kalender Bagus
Orang Cina sepertinya DNA nya lekat dengan teknologi. Banyak penemuan keren, selain arko, semisal porselen, kertas, kompas, bubuk mesiu, tahu, besi cor, bakso, kwetiau, atau pun teh. Dan mungkin banyak yang belum tahu, obat malaria modern artemesin, berasal dari ramuan tradisional mereka. Saya curiga, kemajuan Amerika saat ini karena ada campur tangan orang Cina. Bukankah Amerika pernah bulan madu dengan Cina saat perang dunia 2.