Catatan Dahlan Iskan

Helm Anak

Bagikan
Helm Anak
Bagikan

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

KANAL 1.800 KM DAN TENAGA MANUSIA.. Saya masih tertegun. Membayangkan membangun banjir kanal sepanjang 1.800 kilometer. Manual. Tanpa alat berat. Di masa sekitar 1.000 tahun lalu, ketika manusia belum seramai sekarang. Saya tertegun, bagaimana menggerakkan orang agar mau mengerjakannya. Kerja paksa? Paksarela? Atau ada keyakinan yang lebih besar dari sekadar upah? Di Huai An, bayangan itu seperti hidup kembali. Ribuan, mungkin jutaan tangan. Menggali. Mengangkut. Menyusun. Hari demi hari. Tahun demi tahun. Tanpa deadline PowerPoint. Tapi selesai. Mungkin ada cambuk kekuasaan. Mungkin juga ada iming-iming pangan. Atau sekadar rasa ikut membangun sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Sejenis gotong royong versi kekaisaran. Yang jelas, proyek sebesar itu butuh lebih dari tenaga. Ia butuh organisasi. Butuh logistik. Butuh kepemimpinan yang—entah keras atau visioner—mampu menjaga ritme. Hari ini kita punya ekskavator. Punya drone. Punya software manajemen proyek. Tapi sering kalah di satu hal: menyatukan manusia. Kanal itu bukan hanya soal air. Tapi soal bagaimana manusia digerakkan. Dan itu, sampai hari ini, masih jadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan.

djokoLodang

-o– … Roda satu yang diletakkan di depan itu ternyata sudah memenuhi prinsip fisika yang sangat sempurna: memindahkan pembebanan maksimal di titik ban itu. … *) Anda pernah ngalami berjalan sambil membawa secangkir kopi yang hampir penuh? Misalnya saat ambil kopi di pesta mengisinya kelewat banyak? Dan berusaha supaya tidak tumpah? ~ Sambil berjalan itu, coba sambil merasakan “tan-tian” Anda –titik sedikit di bawah pusar. Niscaya kopinya tidak akan tumpah. –0-

Jokosp Sp

Saya terus penasaran dengan kemajuan dan kemakmuran yang dicapai China. Akhirnya coba cari data, dan ternyata…waooooow. Dari data 2024-2025 perbandingan angka kemiskinan Indonesia dengan China: Indonesia dengan jumlah penduduk yang 280 juta. Angka kemiskinan berdasarkan BPS 2024 = 8,57% setara dengan 24,06 juta jiwa. Bank Dunia menyebut malah lebih tinggi dengan menggunakan standard pendapatan menengah ke atas $6,85/hari, angkanya 60,3% atau 171,7 juta jiwa dianggap masih di bawah garis tersebut. Perbandingan dengan China: Jumlah pendduk 1,4 milyar jiwa dengan angka kemiskinan dari data resmi pemerintah sebesar 1,9% atau 166,6 juta jiwa. Angka tersebut mencakup mereka yang rentan, bukan lagi kemiskinan ekstrem di bawah standar internasional. China juga berhasil menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Artinya angka kemiskinan Indonesia masih jauh lebih tinggi dibanding dengan China. Coba kita bandingkan angka indek korupsinya berdasar Transparancy International. Peringkat CPI RI dari Trading Economics Indonesia menurun 10 peringkat ke posisi 109 dari 180 negara dengan score 34/100. Yang masuk dari salah satu score terendah di Asia Tenggara. China bagaimana?. Ternyata ada di peringkat 76. Jauh sekali ternyata. Jadi Angka kemiskinan yang tinggi sebanding dengan peringkat korupsinya yang juga rendah (peringkat/skor lebih tinggi berarti lebih bersih). Oaaaaallllllaaaaaah.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Fisika Arco

2. Luòyáng (洛阳), 3. Chángshā (长沙), bukankah sejak Zaman Dahulu, kota-kota tersebut...

Jejak Great Canal di Huai An mengungkap hubungan peradaban, literasi, dan kemakmuran yang tumbuh dari air kanal hingga melahirkan banyak orang sukses.
Catatan Dahlan Iskan

Air Pohon

Oleh: Dahlan Iskan Di depan orang Huai An saya pun berkata: “akhirnya...

Catatan Dahlan Iskan

Da Yunhe

gubernur kota Berapa banyak study conprehensive yang menyimpulkan suatu negara bisa maju...

Catatan Dahlan Iskan

Jalan Makmur

Maka di Amerika pasti berkembang diskusi dengan tema “penyebab-penyebab runtuhnya penguasa dunia...