SATU anak, satu cucu. Itulah sahabat saya di Huai An, Jiangshu, Tiongkok. Anak tunggalnya kini kerja di Beijing. Sudah punya anak satu. Masih...
Saya harus minta maaf tiga kali ke kota kecil ini: Huai An. Pertama, karena saya tidak menyangka kota kecil ini melahirkan penulis buku...
Oleh: Dahlan Iskan Kemarin kami makan siang dengan tamu dari Beijing. Di Alam Sutera. Obrolan kami sangat mengasyikkan. Bahan obrolan itu dilontarkan oleh...
Oleh: Dahlan Iskan Cheng Li-wun tidak mau Taiwan menjadi ”drum mesiu”. Cukuplah perang pecah di Ukraina dan Iran. Jangan merembet ke Taiwan. Maka...
Oleh: Dahlan Iskan Dari pabrik alat berat terbesar di dunia, saya berkendara ke arah timur. Satu jam. Lewat jalan tol. Berarti ke arah...
Oleh: Dahlan Iskan Pabrik hebat yang saya kunjungi ini dulunya hanya pembuat cangkul. Alat pertanian sederhana. Kini pabrik itu menjadi produsen alat berat...
Oleh: Dahlan Iskan Saya naik iPhone di Xuzhou, Tiongkok. Kali pertama dalam hidup. Tentu sebenarnya saya naik mobil, tapi orang di Tiongkok mengatakan...
Oleh: Dahlan Iskan Setiap kali ke Suzhou tidak pernah lagi bermalam di situ. Pilih balik ke Shanghai atau ke Hangzhou: sama-sama hanya dua...
Oleh: Dahlan Iskan Ziarah pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi’i. Satu dari imam empat mazhab: Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Hanafi. Islam...
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident