Oleh: Dahlan Iskan
Kemarin kami makan siang dengan tamu dari Beijing. Di Alam Sutera. Obrolan kami sangat mengasyikkan. Bahan obrolan itu dilontarkan oleh Janet dari Tiongkok: “kemarin saya sudah bisa menggunakan QRIS Indonesia di Beijing,” ujar Janet.
Dia pun menunjukkan layar HP-nyi. Di situ muncul logo BCA. “Saya pakai QRIS BCA,” katanyi. Lalu kami pun ramai-ramai mengecek HP masing-masing. Dengan riang gembira, sambil makan siang. Kami tujuh orang. Yang tiga orang baru datang dari Beijing. Tiga-tiganya jadi saksi bahwa mereka sudah bisa membayar apa pun di Tiongkok pakai rupiah.
Salah satu orang dari kami merasa khawatir: “Saya tidak punya QRIS BCA. Saya pakai QRIS OVO,” katanya. “Apakah QRIS OVO juga berlaku di Tiongkok?” tanyanya.
Tidak satu pun dari kami yang bisa menjawab. Ini barang baru. Kami pun belum akan tahu perkembangan itu kalau Janet tidak datang ke Jakarta.
Untuk membuktikan bahwa semua kami bisa menggunakan QRIS Indonesia di sana, teman dari Beijing minta kami saling coba. Tiga orang Beijing mentransfer uang rupiah dari nomor HP Tiongkok mereka ke HP kami yang bernomor Indonesia. Pakai QRIS Indonesia.
Mereka mencoba transfer uang Rp10.000 ke HP Indonesia kami. Berhasil. Bahwa nilainya hanya 10.000 toh hanya untuk mencoba. Kalau Rp 1 miliar, hehehe, takut layar HP kami terbakar. Mereka punya rupiah di HP karena harus sering ke Indonesia.
Kebetulan selain satu OVO tadi semuanya pakai BCA. Tidak masalah. Kami pun penasaran: apakah ada selain QRIS BCA yang bisa dipakai di Tiongkok. Ketemu satu: BRI. Ternyata BRI juga bisa.
Sampai makan siang selesai kami belum menemukan bank selain BCA dan BRI. Mungkin Anda bisa coba yang lain: siapa tahu Anda tahu lebih dulu bisa banyak bank yang seperti BCA dan BRI.
Setelah sukses mencoba saling transfer uang kecil, kami saling mengamati dokumen transfer yang jejak digitalnya bisa ditampilkan di layar. Di bagian atas tertulis tipe transaksi: QRIS Payment. Di bawahnya tertulis “pembayaran untuk xxxx (nama orang) di Tiongkok”. Di bawahnya lagi tertulis aquerer: Alipay UPI China.
Di bawah lagi terbaca nomor sebanyak 19 angka. Kelihatannya nomor transaksi. Di bawah deretan nomor itu terbaca ”sumber dana”: TAHAPAN No xxx xxx xxx. Di bagian paling bawah tertulis jumlah uang yang ditransfer.
Akhirnya Indonesia bisa mendapat perlakuan adil dari Tiongkok: sudah lama Alipaynya Tiongkok bisa dipakai di Indonesia. Kini QRIS-nya Indonesia juga bisa dipakai di Tiongkok.
Hati ini begitu gembira QRIS mulai berlaku di Tiongkok. Dimulai oleh BCA dan BRI. Rasanya mustahil bank seperti Bank Mandiri tidak termasuk di dalamnya. Bank Mandiri adalah bank dari Indonesia pertama yang mendapat izin membuka cabang di Tiongkok: di Shanghai. Lalu belakangan mendapat izin pula untuk membuka acoount dalam renminbi.
Di bidang keuangan kemandirian Indonesia ditandai oleh penciptaan QRIS. Saya sungguh salut dengan ide melahirkan QRIS –yang sempat membuat sewot Amerika karena transaksi tidak lewat lagi kartu kredit Amerika.
Hidup QRIS!!! (Dahlan Iskan)