Catatan Dahlan Iskan

Da Yunhe

Bagikan
Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--
Bagikan

Johan

Orang Amerika boleh saja berdiskusi bagaimana cara AS mempertahankan kejayaannya. Tapi sayangnya yg mengendalikan AS bukan orang yg sibuk diskusi itu. Begitu juga Indonesia. Kita bisa berpendapat apa saja supaya Indonesia maju dan makmur bebas korupsi. Tapi orang yg sibuk berpendapat itu, orang yg tidak atau belum mendapatkan jabatan untuk mengatur negeri ini. Keruntuhan AS adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada negara hobi konflik dan perang yg akan bertahan kejayaannya. Kedua hal itu kegiatan yg menguras sumber daya. Jangan heran negara seperti Tiongkok yg sangat perhitungan soal untung rugi, begitu menghindari konflik dan perang. Sehingga kadang menimbulkan persepsi mereka bangsa pengecut. Padahal sejatinya mereka bukan bangsa yg benar2 cinta damai. Ribuan tahun sejarah bangsa mereka diwarnai dengan konflik dan perang yg tidak berkesudahan. Sampai sekarang pun. Urusan Tiongkok mainland dan Taiwan juga belum selesai.

sigit

Menurut Filsuf Ibnu Khaldun bahwa sebuah peradabanatau dinasti atau negara besar biasanya bertahan 120 tahun yang terbagi dalam 3 generasi, yatiu 40 tahun pertama hidup penuh dengan semangat tinggi, sederhana, solidaritas kuat, kemudian 40 tahun kedua hidup muilai makmur, stabil dan merasakan kenikmatan, namun mulai kehilangan semangat dan fase 40 tahun ketiga muali terbuai dengan kemewahan, kehilangan jati diri, lemah dan perlahan peradaban mulai runtuh. Dan mulai ganti dengan generasi yang baru. Dan sudah sunnatullah sesuai surat Ali Imran 140 …” dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia…”. Contohnya Dinasti Ming yang runtuh setelah 276 tahun diagntikan oleh Dinasti Qing. Runtuhnya Dinasti Umayyah (90 tahun). Runtuhnya Romawi Barat (300 thn). Keruntuhan diakibatkan oleh kelemahan pemerintahan, militer, ekonomi, dan gaya hidup. Indonesia di fase mana?.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Makmur

Maka di Amerika pasti berkembang diskusi dengan tema “penyebab-penyebab runtuhnya penguasa dunia...

Catatan Dahlan Iskan

Halo Wani

Layanan di BCA pun kian memuaskan. Sistem telepon diganti digital. Yang dulu...

Catatan Dahlan Iskan

Juara Dunia

Saya akhiri dulu tulisan ini sampai di sini. Bandara Kuala Lumpur sudah...

Catatan Dahlan Iskan

Hidup QRIS

Di bawah lagi terbaca nomor sebanyak 19 angka. Kelihatannya nomor transaksi. Di...