finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Di saat banyak negara sedang “ngos-ngosan” mengatur napas ekonomi akibat tensi geopolitik yang kian mendidih, Indonesia justru menunjukkan taringnya di panggung dunia. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, baru saja membocorkan sebuah rahasia besar mengenai pertemuan bilateralnya dengan lembaga donor internasional, IMF dan World Bank.
Tidak tanggung-tanggung, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menolak tawaran bantuan pendanaan utang dari Dana Moneter Internasional (IMF). Padahal, nilai tawaran bantuan tersebut mencapai angka yang sangat fantastis, yakni berkisar antara 20 hingga 30 miliar dolar AS! Namun, alih-alih girang mendapatkan kucuran dana, Menkeu Indonesia ini justru memberikan jawaban yang cukup menohok.
Pertemuan Panas di IMF: Indonesia Dicecar Soal Geopolitik
Awalnya, kunjungan bilateral Menkeu Purbaya ke markas IMF dan World Bank bertujuan untuk membahas kemampuan Indonesia dalam menavigasi kebijakan ekonomi. Dunia saat ini memang sedang memantau ketat langkah Jakarta di tengah kondisi geopolitik global yang semakin panas dan tidak menentu. Investor global ingin tahu, apakah Indonesia tetap tangguh atau mulai goyah?
“Apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang kita sebutkan selama ini. Kita bisa meyakinkan mereka bahwa itu memang seperti itu,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kemenkeu pada Selasa, 21 April 2026. Dalam diskusi tersebut, Menkeu berhasil meyakinkan kedua lembaga raksasa itu bahwa fundamental ekonomi Indonesia tidak sekadar angka di atas kertas, melainkan kenyataan yang solid.
Menkeu Purbaya: “Jangan Nawarin, APBN Kita Masih Bagus!”
Menariknya, di akhir pertemuan, pihak IMF justru mencoba menyodorkan bantuan pendanaan. Mereka menawarkan akses utang yang biasanya menjadi incaran negara-negara yang sedang mengalami krisis likuiditas. Namun, Purbaya Yudhi Sadewa langsung memasang tembok tinggi. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak butuh tambahan beban utang baru dari luar negeri saat ini.