“Jangan nawarin, tapi yang terakhir nawarin lagi. Kalau mau itu dipakai boleh, suruh ngutang ke dia. IMF juga sama. Tapi saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya. Tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus,” tegas Purbaya dengan penuh percaya diri. Menkeu menilai kondisi kas negara atau APBN Indonesia saat ini masih masuk dalam kategori sangat aman dan terkendali.

Punya “Tabungan” Sendiri 25 Miliar Dolar AS, Indonesia Ogah Bergantung

Alasan kuat di balik penolakan tegas ini ternyata adalah cadangan dana yang kita miliki sendiri. Purbaya mengeklaim bahwa Indonesia masih memegang cadangan dana mandiri sekitar 25 miliar dolar AS yang siap digunakan untuk kebutuhan negara kapan saja. Dana ini murni milik Indonesia dan tidak terikat oleh syarat-syarat rumit dari lembaga internasional.

Purbaya bahkan sempat melontarkan perbandingan yang menarik. “Mereka kan 25 triliun dolar untuk beberapa negara. Kita punya 25 miliar dolar sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman. Itu yang utama kali ya,” tambahnya. Angka 25 miliar dolar AS ini menjadi “bantalan” yang cukup kuat sehingga pemerintah belum merasa perlu bergantung pada pinjaman dari IMF maupun World Bank.

Kondisi Keuangan Terkendali, Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Langkah berani Menkeu Purbaya ini tentu menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar dan masyarakat luas. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam mengelola utang negara dan lebih memilih mengoptimalkan sumber daya internal. Secara keseluruhan, stabilitas keuangan Indonesia tetap terjaga meskipun badai ekonomi global belum sepenuhnya reda.

Keberhasilan meyakinkan lembaga internasional sekelas IMF dan World Bank tanpa harus mengambil utang adalah prestasi tersendiri. “Yang utama, kondisi keuangan kita masih aman,” tutup Purbaya. Dengan kas negara yang sehat dan cadangan dana puluhan miliar dolar di tangan, Indonesia tampak siap menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026 dengan kepala tegak. – Fajar Ilman/Disway