ben Taftazan
Saya ingat ketika pemerintah ingin membuat standar rumah subsidi menjadi 21m2, banyak sekali pengamat dan netizen protes. Terlalu kecil lah. Tidak manusiawi lah. Eh ternyata, kampung improvement program punya luas lebih kecil, 6 x 3 m2 = 18m2. Dibungkus dengan kata-kata pemanis untuk melestarikan kearifan likal: koridor dibuat luas untuk cangkrukan. Sukses juga. Tidak banyak yang protes (atau karena ini program swasta?).
Taufik Hidayat
Judul artikel kali ini cukup menggelitik yaitu cari muka. jadi ingat pelajaran. bahasa Spanyol. kata cari muka dalam bahasa Spanyol adalah hacer la pelota Yang secara Harfiah artinya membuat bola. Sosok Johan Silas yang hanya mengambil marga oma yaitu Sie menjadi Silas sehingga meninggalkan marga ayahnya Lim memang sedikit menyedihkan. Seandainya orang Tionghoa mau mencontoh orang Spanyol tentu lebih baik. Ya saya jadi ingat Simon Bolivar . Nama lengkapnya Simon Jose Antonio de la Santisisma Trinidad Bolivar T Palacios. Jadi Bolivar adalah marga dari ayah dan Palacios marga dari ibu dan pakai y alias dan . Jadi kalau mau adil yah paai marga Sie dan Lim. Tentu saja nama Bolivar mengingatkan kita akan mata uang Venezuela Bolivar karena beliau memang kelahiran Venezuela . Tapi dia adalah Linbertadores yang kemerdekaan sebagian besar Amerika Latin. Dari Spanyol. Buka hanyaVenezuwla, tetapi juga Kolombia Ekuador Peru dan Panama. Dulunya bernama Gran Kolombia . Tapi siapa yg cari muka ? Tentu yang tidak punya muka
andi setiawan
secara harfiah orang yang kerjaannya selalu cari muka itu ya fotografer acara resepsi nikahan..orang akan dengan sukarela memberi muka bahkan ada beberapa orang yang memaksa untuk menunjukkan muka, dan memang harus diberi muka.. mereka jelas-jelas dibayar mahal hanya untuk mencari muka..wkwkwk
Liáng – βιολί ζήτα
Sayang Obama bukan orang Tionghoa yang punya prinsip ”berilah muka kepada orang yang senang cari muka”.(Dahlan Iskan) Ada cukup banyak Chinese idiom yang terkait dengan “muka”, kalau tidak salah ada sekitar 20an idiom. Salah satu Chinese idiom yang mendekati maksud dari prinsip yang Abah DI tulis : ”berilah muka kepada orang yang senang cari muka” adalah : 死要面子 (Sǐ yàomiànzǐ)。 —> They’re obsessed with saving face. Idiom “死要面子 (Sǐ yàomiànzǐ)” berasal dari karya sastra zaman dahulu, oleh 刘绍棠 (Liúshàotáng) : 水边人的哀乐故事 (Shuǐ Biān Rén De Āiyuè Gùshì) yang berarti “kesedihan dan kegembiraan orang-orang di tepi air”. Menggambarkan perilaku mementingkan menjaga harga diri tanpa peduli kondisi sebenarnya, hal ini pada akhirnya cenderung akan menyebabkan penderitaan bagi dirinya sendiri…..