finnews.id – Banjir bandang kembali menerjang kawasan Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tahun baru yaitu Kamis (1/1) dini hari.
Peristiwa mencekam itu terjadi secara tiba-tiba dan disertai suara gemuruh keras dari hulu Sungai Muaro Pisang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat, banjir bandang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Suara gemuruh terdengar berulang kali, memicu kepanikan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
“Masyarakat langsung berhamburan keluar rumah begitu mendengar suara gemuruh dari hulu sungai,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, di Lubuk Basung.
Air bercampur lumpur dan bebatuan dengan cepat meluap ke permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan tergenang material banjir, memaksa warga mengungsi ke sekolah, rumah kerabat, serta lokasi-lokasi yang dianggap lebih aman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut BPBD, kesigapan warga yang segera mengungsi setelah mendengar tanda-tanda bahaya menjadi faktor utama tidak adanya korban.
Selain merendam permukiman, banjir bandang juga menutup badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Kota Bukittinggi. Akibatnya, jalur vital tersebut sempat lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan material banjir berupa lumpur dan bebatuan agar akses jalan bisa segera dibuka kembali,” kata Abdul Ghafur.
BPBD Agam menjelaskan, banjir bandang dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (31/12) malam. Hujan deras menyebabkan material bekas longsor di hulu sungai terbawa arus dan menyumbat aliran sungai hingga akhirnya meluap.
Wilayah Maninjau sendiri diketahui beberapa kali mengalami banjir bandang dengan pola kejadian serupa. Karena itu, BPBD mengimbau warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai serta para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Jika hujan deras berlangsung lama dan terdengar suara gemuruh dari hulu, warga diminta segera mengungsi dan tidak memaksakan melintasi kawasan rawan,” tegasnya.