Home News Libur Panjang Nataru 2025/2026, JNT Prediksi Peningkatan Volume Lalu Lintas di Ruas Tol Nusantara
News

Libur Panjang Nataru 2025/2026, JNT Prediksi Peningkatan Volume Lalu Lintas di Ruas Tol Nusantara

Prediksi Peningkatan Lalin

Bagikan
Bagikan

10.315 kendaraan atau meningkat 19,06% dibanding realisasi volume lalin Nataru tahun lalu, yaitu 8.664 kendaraan.

Adapun untuk arus balik diprediksi akan terjadi pada hari Selasa, 30 Desember 2025 dengan volume lalin sebanyak 10.034 kendaraan atau meningkat 36,93% dibanding realisasi volume lalin Nataru tahun lalu sebesar 7.328 kendaraan.

4. Ruas Tol Bali Mandara

Volume lalin di Ruas Tol Bali Mandara diprediksi sebesar 1.122.849 kendaraan atau meningkat 10,03% dari realisasi volume lalin tahun lalu, yaitu 1.020.475 kendaraan. Ruas Tol Bali Mandara

diprediksi akan mengalami puncak volume lalin pada hari Selasa, 30 Desember 2025 dengan prediksi sebesar 68.160 kendaraan atau meningkat 3,04% dibanding realisasi volume lalin Nataru tahun lalu, yaitu 66.149 kendaraan.

5. Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo

Segmen Kartasura-Prambanan Total Volume lalin diprediksi sebesar 413.576 kendaraan atau naik sebesar 5,26% dibandingkan realisasi volume lalin tahun lalu, yaitu 392.897 kendaraan. Sementara itu puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada hari Sabtu, 20 Desember 2025 sebesar 29.009 kendaraan atau meningkat 7,06% dibanding realisasi volume lalin Nataru tahun lalu, yaitu 27.096 kendaraan. Adapun untuk arus balik diprediksi akan terjadi pada hari Kamis, 25 Desember 2025 dengan volume lalin sebanyak 32.732 kendaraan atau meningkat 5,74% dibanding realisasi volume lalin Nataru tahun lalu sebesar 30.956 kendaraan.

Dalam rangka memastikan pelayanan jalan tol aman, lancar dan nyaman, JNT telah menyiapkan

upaya strategis dalam pelayanan operasional selama periode libur Nataru 2025/2026 sebagai berikut:

1. Layanan transaksi

a. Optimalisasi jumlah gardu operasi (gardu reversible dan gardu tambahan);

b. Pengoperasian Oblique Approach Booth (OAB) di sejumlah titik gerbang tol;

c. Penyiagaan Mobile Reader (MR) untuk percepatan transaksi di gerbang tol;

d. Penambahan personil Customer Service On Call pada gerbang tol (GT) utama yang berpotensi adanya kepadatan;

e. Ketersediaan dan keberfungsian jaringan backup kelistrikan (genset);

Bagikan
Artikel Terkait
News

Aturan Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta 2026: Simak dengan Teliti Penjelasan Lengkapnya!

Kebijakan bebas pajak kendaraan listrik di Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah...

News

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Tutup, 170 Pekerja Terdampak

Penutupan PT Krakatau Osaka Steel bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menjadi...

News

MELEDAK! Subsidi Energi Tembus Rp118,7 Triliun di Awal 2026, Melonjak 266 Persen

finnews.id – Angka subsidi dan kompensasi energi Indonesia benar-benar “meledak” di awal 2026....

Harga BBM Pertamina naik per 4 Mei 2026. Solar dan Pertamax Turbo melonjak, sementara Pertamax dan BBM subsidi tetap stabil.
News

Harga BBM Pertamina Naik Lagi! Solar dan Pertamax Turbo Melonjak, Ini Daftar Terbaru per 4 Mei 2026

Kebijakan ini menjadi penopang penting bagi masyarakat di tengah kenaikan harga BBM...