Para direksi ASDP mungkin adalah korban dari sistem yang schizophrenic: terlalu menuntut BUMN untuk profitable sambil menjalankan beban sosial, tapi terlalu curiga dengan setiap langkah strategis yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.
Mereka seperti nakhoda yang diminta berlayar cepat sambil menarik perahu bocor, tapi kemudian disalahkan ketika memilih kapal yang lebih powerful untuk misinya.
Akuisisi PT Jembatan Nusantara—dengan segala kontroversi valuasinya—sebenarnya adalah contoh thinking outside the box, dalam konteks BUMN yang terjebak regulasi kaku.
Alih-alih membeli kapal kosong yang butuh bertahun-tahun untuk operasional, mereka memilih akuisisi perusahaan yang sudah siap menghasilkan revenue hari itu juga. Dalam dunia startup, ini disebut “buying traction.” Dalam konteks BUMN Indonesia, ini disebut “dugaan korupsi.”
Pertanyaannya kini: sanggupkah kita menciptakan sistem yang membedakan antara korupsi sesungguhnya dengan strategic business risk-taking?
Bisakah kita memahami bahwa membayar premium untuk aset yang sudah produktif adalah hal wajar dalam dunia bisnis, bukan otomatis mark-up koruptif?
Ataukah kita akan terus menjadi negara yang takut pada bayang-bayang sendiri, di mana setiap upaya BUMN untuk bersaing secara serius berakhir di meja hijau?
Sebagaimana ungkapan Minang, “babuah babungo, indak babuah layu?” —berbuah berbunga, tidak berbuah layu.
Kasus ASDP memaksa kita bertanya: apakah upaya BUMN untuk sustainable growth sambil menjalankan misi sosial akan berbuah kemajuan, ataukah layu sebelum sempat mekar karena setiap inovasi bisnis dianggap suspicious?
Jawabannya bukan hanya menentukan masa depan ASDP, tapi juga masa depan seluruh ekosistem BUMN Indonesia di era di mana standing still sama dengan slow death.
Susahnya hidup di negeri tempat Si Kabayan membangun istana malah dituduh merampok, sementara perampok yang berdandan Sinterklaas malah bebas berkeliaran.
**
Siapa GWS? Saya yakin suatu saat akan tahu siapa ia. Atau jangan-jangan ia salah satu perusuh Disway.
- akuisisi PT Jembatan Nusantara
- ASDP
- birokrasi Indonesia
- bisnis pelayaran Indonesia
- bisnis vs hukum di Indonesia
- BUMN
- Dahlan Iskan
- ekonomi Indonesia
- ferry Indonesia
- GWS
- Headline
- industri maritim Indonesia
- kapal tenggelam di darat
- kasus hukum BUMN
- kasus korupsi BUMN
- kebijakan BUMN
- Khazanah
- korupsi Indonesia
- logika bisnis Indonesia
- mafia hukum Indonesia
- modernisasi BUMN
- paradoks BUMN Indonesia
- Pengadilan Tipikor
- risiko bisnis BUMN
- sovereign wealth fund Asia
- strategi bisnis BUMN
- Temasek
- Transformasi BUMN