Home Market Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat
Market

Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Bagikan
Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Bagikan

finnews.id – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuat logam mulia kembali bersinar setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Di saat yang sama, pasar juga mulai melihat meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga. Kombinasi sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter itu membuat permintaan aset safe haven kembali meningkat.

Harga emas spot tercatat naik 0,8% menjadi USD4.723,56 per ons pada pukul 13.14 WIB. Sepanjang pekan ini, harga logam kuning bahkan sudah melesat sekitar 2,4% dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan yang cukup kuat.

Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Juni ikut bergerak naik 0,5% ke posisi USD4.731,70 per ons.

Pasar Fokus pada Hubungan AS dan Iran

Pergerakan harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan sempat meningkat setelah kedua negara saling menembakkan artileri dalam ujian gencatan senjata yang disebut paling serius sejauh ini.

Meski demikian, Iran menyatakan kondisi telah kembali normal. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak ingin memperbesar eskalasi konflik.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar mulai percaya bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka lebar. Harapan itu ikut menopang harga emas global.

Analis Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan komentar terbaru dari pemerintahan Donald Trump memberi sinyal bahwa gencatan senjata masih berjalan.

“Komentar dari pemerintahan Trump pagi ini yang menyatakan gencatan senjata masih bertahan, dan masih adanya optimisme bahwa kesepakatan antara Amerika dan Iran dapat tercapai, mendukung pasar emas saat ini,” ujar Rodda.

Harga Emas Bangkit Setelah Sempat Tertekan

Sebelumnya, harga emas sempat anjlok lebih dari 10% sejak perang dimulai pada akhir Februari. Tekanan tersebut muncul akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Market

Penjualan Leapmotor Melejit! Kirim 71 Ribu Mobil dalam Sebulan, Siap Tembus 1 Juta Unit di 2026

finnews.id – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, mencatat lonjakan penjualan yang...

Market

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Ternyata Ini Penyebabnya

finnews.id – Masyarakat belakangan dibuat penasaran setelah sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta...

Harga minyak dunia melonjak setelah bentrokan baru Amerika-Iran memicu kekhawatiran pasokan global dan Selat Hormuz.
Market

Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi

finnews.id – Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026,...

Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Market

Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan

finnews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bergerak...