Home Market Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi
Market

Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi

Bagikan
Harga minyak dunia melonjak setelah bentrokan baru Amerika-Iran memicu kekhawatiran pasokan global dan Selat Hormuz.
Ilustrasi - Platform minyak lepas pantai (Pexels - Jan-Rune Smenes Reite)
Bagikan

finnews.id – Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, setelah bentrokan baru antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanaskan situasi geopolitik Timur Tengah. Konflik terbaru itu langsung mengguncang pasar energi global karena memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.

Lonjakan harga terjadi di tengah kondisi pasar yang sebelumnya mulai optimistis terhadap peluang perdamaian antara Washington dan Teheran. Namun, ketegangan terbaru membuat pelaku pasar kembali memburu aset energi karena khawatir pasokan global terganggu.

Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi patokan internasional, naik 67 sen atau 0,67% menjadi USD100,73 per barel pada pukul 13.50 WIB.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat bertambah 45 sen atau 0,47% ke level USD95,26 per barel.

Menariknya, kedua kontrak sempat melesat lebih dari 3% pada pembukaan perdagangan sebelum akhirnya bergerak lebih stabil.

Bentrokan Baru AS-Iran Picu Kepanikan Pasar

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang sudah berlangsung selama satu bulan.

Pemerintah Amerika mengatakan serangan tersebut merupakan balasan atas tembakan Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS yang melintas di Selat Hormuz pada Kamis.

Militer Iran kemudian menyebut Amerika menargetkan kapal tanker minyak Iran, kapal lainnya, serta wilayah sipil di kawasan Selat Hormuz dan daratan Iran.

Situasi tersebut membuat pasar kembali khawatir terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena Selat Hormuz memiliki peran sangat strategis bagi perdagangan minyak dunia.

Sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, jalur tersebut menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair atau LNG dunia.

Meski tensi meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan gencatan senjata masih tetap berlaku.

Harga Minyak Sempat Tertekan Sebelum Rebound

Sebelum lonjakan Jumat ini, harga minyak sebenarnya mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Market

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Ternyata Ini Penyebabnya

finnews.id – Masyarakat belakangan dibuat penasaran setelah sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta...

Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Market

Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

finnews.id – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 8 Mei...

Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Market

Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan

finnews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bergerak...

BBRI resmi membayar dividen Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham kepada investor pada 8 Mei 2026.
Market

BBRI Cairkan Dividen Rp52,1 Triliun, Investor Kantongi Rp346 per Saham Hari Ini

finnews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI resmi membayarkan...