Home Market Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi
Market

Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi

Bagikan
Harga minyak dunia melonjak setelah bentrokan baru Amerika-Iran memicu kekhawatiran pasokan global dan Selat Hormuz.
Ilustrasi - Platform minyak lepas pantai (Pexels - Jan-Rune Smenes Reite)
Bagikan

Penurunan tersebut dipicu laporan bahwa Amerika dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai untuk menghentikan konflik.

Namun, pembicaraan damai disebut belum menyentuh isu paling sensitif, termasuk tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Walau harga minyak hari ini menguat, secara mingguan Brent dan WTI masih diperkirakan turun sekitar 6%.

Kondisi itu menunjukkan pasar masih bergerak sangat fluktuatif dan sensitif terhadap perkembangan geopolitik terbaru.

Analis Sebut Pasar Minyak Mulai Tidak Stabil

Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menilai pasar minyak saat ini bergerak sangat emosional dan tidak lagi sepenuhnya berdasarkan faktor fundamental.

“Pasar berada di ambang keruntuhan total,” ujar Hari.

Menurut dia, pembentukan harga minyak kini lebih banyak dipengaruhi spekulasi dibandingkan analisis realistis mengenai kondisi perang maupun situasi fisik di Selat Hormuz.

Hari juga menilai pasar terlalu optimistis terhadap peluang perdamaian antara Amerika dan Iran.

“Pemerintahan AS terus melebih-lebihkan prospek perdamaian, dan pasar yang optimistis ikut terpengaruh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap rebound harga minyak terjadi secara bertahap dan sering tidak bertahan lama, sehingga memunculkan fenomena head fake atau sinyal palsu di pasar.

Pasokan Minyak Global Masih Ketat

Analis IG, Tony Sycamore, mengatakan kondisi pasokan minyak dunia saat ini tetap ketat meski muncul harapan damai.

“Dari sisi pasokan, situasinya tetap ketat,” ujar Sycamore.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih melihat risiko besar terhadap distribusi energi global apabila konflik kembali membesar.

Karena itu, setiap perkembangan kecil di Timur Tengah langsung berdampak besar terhadap harga minyak internasional.

Perdagangan Spekulatif USD7 Miliar Jadi Sorotan

Di tengah gejolak pasar, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat atau CFTC juga sedang menyelidiki transaksi minyak senilai USD7 miliar.

Investigasi tersebut berkaitan dengan aktivitas perdagangan menjelang pengumuman penting Presiden Donald Trump terkait perang Iran.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Market

Penjualan Leapmotor Melejit! Kirim 71 Ribu Mobil dalam Sebulan, Siap Tembus 1 Juta Unit di 2026

finnews.id – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, mencatat lonjakan penjualan yang...

Market

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Ternyata Ini Penyebabnya

finnews.id – Masyarakat belakangan dibuat penasaran setelah sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta...

Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Market

Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Harga energi yang tinggi biasanya memicu inflasi. Kondisi itu kemudian meningkatkan kemungkinan...

Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Market

Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan

Persaingan antar minyak nabati terus memengaruhi pasar global. Sawit, minyak kedelai, dan...