Harga energi yang tinggi biasanya memicu inflasi. Kondisi itu kemudian meningkatkan kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.
Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru sering menekan daya tarik logam mulia. Sebab, emas tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi.
Kini, ketika kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda, investor kembali memburu aset safe haven sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global.
Rodda memperkirakan harga emas masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, terutama menjelang akhir pekan dan sambil menunggu perkembangan terbaru hubungan AS-Iran.
“Sekarang kita hanya menunggu berita berikutnya mengenai apakah Amerika dan Iran mendekati kesepakatan. Saya perkirakan harga akan bergerak fluktuatif dalam 24 jam ke depan menjelang akhir pekan,” katanya.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan Pasar
Selain isu geopolitik, pelaku pasar global juga menanti laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis hari ini.
Data tersebut menjadi perhatian utama investor karena dapat memberikan gambaran arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Berdasarkan survei Reuters, nonfarm payroll Amerika Serikat diperkirakan bertambah 62.000 pekerjaan sepanjang bulan lalu. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rebound 178.000 pada Maret.
Jika data ketenagakerjaan melemah, pasar bisa semakin yakin bahwa tekanan kenaikan suku bunga mulai mereda. Situasi itu berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas dunia.
Perak hingga Platinum Ikut Menguat
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut mencatat penguatan pada perdagangan Jumat.
Harga perak spot melonjak 2,5% menjadi USD80,42 per ons. Sementara itu, platinum naik 1,8% ke level USD2.057,62 per ons.
Paladium juga bergerak positif dengan kenaikan 1,8% ke posisi USD1.507,28 per ons.
Kenaikan serentak pada berbagai logam mulia menunjukkan bahwa investor masih mencari aset aman di tengah ketidakpastian global, fluktuasi harga energi, dan perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Pasar Emas Diprediksi Tetap Volatil
Dalam jangka pendek, arah harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Investor kini menunggu dua sentimen besar sekaligus, yakni perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran serta data ekonomi terbaru dari Amerika.
- analisis harga emas global 2026
- AS - Iran
- dampak konflik AS Iran terhadap emas
- emas dunia
- Federal Reserve
- Harga Emas
- harga emas dunia hari ini
- harga emas hari ini
- harga logam mulia terbaru
- Harga Perak
- harga platinum
- Headline
- hubungan suku bunga dan harga emas
- inflasi AS
- Logam Mulia
- penyebab harga emas naik 2026
- prediksi harga emas akhir pekan
- safe haven
- safe haven saat geopolitik memanas