Home Market Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat
Market

Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Bagikan
Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Bagikan

Harga energi yang tinggi biasanya memicu inflasi. Kondisi itu kemudian meningkatkan kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.

Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru sering menekan daya tarik logam mulia. Sebab, emas tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi.

Kini, ketika kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda, investor kembali memburu aset safe haven sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global.

Rodda memperkirakan harga emas masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, terutama menjelang akhir pekan dan sambil menunggu perkembangan terbaru hubungan AS-Iran.

“Sekarang kita hanya menunggu berita berikutnya mengenai apakah Amerika dan Iran mendekati kesepakatan. Saya perkirakan harga akan bergerak fluktuatif dalam 24 jam ke depan menjelang akhir pekan,” katanya.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan Pasar

Selain isu geopolitik, pelaku pasar global juga menanti laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis hari ini.

Data tersebut menjadi perhatian utama investor karena dapat memberikan gambaran arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Berdasarkan survei Reuters, nonfarm payroll Amerika Serikat diperkirakan bertambah 62.000 pekerjaan sepanjang bulan lalu. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rebound 178.000 pada Maret.

Jika data ketenagakerjaan melemah, pasar bisa semakin yakin bahwa tekanan kenaikan suku bunga mulai mereda. Situasi itu berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas dunia.

Perak hingga Platinum Ikut Menguat

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut mencatat penguatan pada perdagangan Jumat.

Harga perak spot melonjak 2,5% menjadi USD80,42 per ons. Sementara itu, platinum naik 1,8% ke level USD2.057,62 per ons.

Paladium juga bergerak positif dengan kenaikan 1,8% ke posisi USD1.507,28 per ons.

Kenaikan serentak pada berbagai logam mulia menunjukkan bahwa investor masih mencari aset aman di tengah ketidakpastian global, fluktuasi harga energi, dan perkembangan geopolitik Timur Tengah.

Pasar Emas Diprediksi Tetap Volatil

Dalam jangka pendek, arah harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Investor kini menunggu dua sentimen besar sekaligus, yakni perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran serta data ekonomi terbaru dari Amerika.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Market

Penjualan Leapmotor Melejit! Kirim 71 Ribu Mobil dalam Sebulan, Siap Tembus 1 Juta Unit di 2026

finnews.id – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, mencatat lonjakan penjualan yang...

Market

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Ternyata Ini Penyebabnya

finnews.id – Masyarakat belakangan dibuat penasaran setelah sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta...

Harga minyak dunia melonjak setelah bentrokan baru Amerika-Iran memicu kekhawatiran pasokan global dan Selat Hormuz.
Market

Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi

Penurunan tersebut dipicu laporan bahwa Amerika dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai...

Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Market

Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan

Persaingan antar minyak nabati terus memengaruhi pasar global. Sawit, minyak kedelai, dan...