Home Emas Harga Emas Ambruk 2 Persen! Dolar AS Menguat Usai Konflik Timur Tengah, Investor Mulai Waspada
Emas

Harga Emas Ambruk 2 Persen! Dolar AS Menguat Usai Konflik Timur Tengah, Investor Mulai Waspada

Bagikan
Harga emas jatuh 2% akibat dolar AS menguat usai konflik Iran. Kekhawatiran inflasi dan suku bunga tekan pasar logam mulia.
Harga emas jatuh 2% akibat dolar AS menguat usai konflik Iran. Kekhawatiran inflasi dan suku bunga tekan pasar logam mulia.
Bagikan

finnews.id – Pasar komoditas kembali terguncang. Harga emas dunia jatuh tajam setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Kondisi ini langsung mendorong penguatan dolar AS dan menekan daya tarik logam mulia di pasar global.

Dalam perdagangan terbaru, emas spot turun 2 persen ke level USD4.523,23 per ons. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat juga melemah lebih dalam, yakni 2,4 persen ke posisi USD4.533,30.

Dolar Menguat, Emas Kehilangan Daya Tarik

Penurunan harga emas tidak terjadi tanpa sebab. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong penguatan dolar AS, yang secara langsung membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global.

Karena emas diperdagangkan dalam mata uang dolar, penguatan greenback biasanya menekan permintaan. Investor yang menggunakan mata uang lain harus membayar lebih mahal, sehingga minat terhadap emas menurun.

Kondisi ini membuat logam mulia kehilangan momentum, meski biasanya dianggap sebagai aset aman saat krisis.

Konflik Iran Picu Ketidakpastian Baru

Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz serta memicu kebakaran di pelabuhan minyak Uni Emirat Arab. Peristiwa ini menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diberlakukan sekitar empat minggu sebelumnya.

Situasi tersebut juga mengganggu upaya Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengerahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak Brent melonjak lebih dari 5 persen, yang kemudian memicu kekhawatiran baru terkait inflasi global.

Inflasi Naik, Suku Bunga Tetap Tinggi

Lonjakan harga energi memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi akan kembali meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Menurut analis TD Securities, Bart Melek, ketegangan terbaru memberikan sinyal agresif terhadap pasar terkait arah suku bunga. Hal ini semakin menekan harga emas.

Bagikan
Artikel Terkait
Emas

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun di Pegadaian

finnews.id – Harga emas batangan di gerai Sahabat Pegadaian terpantau mengalami koreksi...

Harga emas turun tajam April 2026. BPS catat deflasi 3,76% dan jadi penahan utama inflasi nasional.
Emas

Harga Emas Turun Dalam! BPS Catat Deflasi 3,76 Persen pada April 2026, Ini Dampaknya

finnews.id – Pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Badan Pusat Statistik (BPS)...

Emas

Harga Buyback Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, Kini Hanya Rp2,58 Juta per Gram

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali...

Emas

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Stagnan Awal Pekan

finnews.id – Mengawali pekan pada Senin pagi, pergerakan harga emas batangan di...