finnews.id – Setelah lebih dari tiga dekade melayani penumpang, maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, akhirnya menghentikan seluruh operasinya.
Keputusan ini, menandai berakhirnya perjalanan panjang maskapai yang selama ini dikenal dengan tiket murahnya.
“Selama lebih dari 30 tahun, Spirit Airlines telah memainkan peran perintis dalam membuat perjalanan lebih terjangkau dan mempertemukan banyak orang sekaligus mendorong harga yang lebih murah di industri,” kata CEO, Dave Davis dalam sebuah pernyataan.
Penerbangan terakhir maskapai tersebut, dilaporkan berangkat dari Detroit dan mendarat dengan selamat di Dallas untuk mengantar penumpang.
Momen ini menjadi penerbangan penutup resmi dari aktivitas operasional, yang selama ini telah berlangsung melayani penerbangan selama 34 tahun.
Upaya Bertahan yang Gagal
Sebelum benar-benar tutup, manajemen perusahaan sebenarnya telah melakukan berbagai langkah penyelamatan.
Mulai dari mengurangi rute penerbangan, melakukan negosiasi dengan serikat pekerja, hingga mencari tambahan pendanaan, termasuk kemungkinan bantuan pemerintah.
Namun, seluruh upaya tersebut tidak mampu mengatasi tekanan keuangan yang terus memburuk.
Maskapai ini bahkan sempat mengajukan kebangkrutan sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua tahun terakhir, menunjukkan kondisi finansial yang sudah sangat kritis.
Biaya Operasional Melonjak
Salah satu faktor utama yang mempercepat kejatuhan maskapai adalah meningkatnya biaya operasional, khususnya harga bahan bakar pesawat (avtur).
Kenaikan ini dipicu oleh konflik global, termasuk ketegangan geopolitik yang berdampak pada harga energi dunia.
Akibatnya, beban keuangan perusahaan melonjak drastis, hingga akhirnya tidak mampu lagi mempertahankan operasionalnya.
Dampak Besar bagi Karyawan dan Penumpang
Penutupan ini membawa dampak besar, terutama bagi para pekerja. Sekitar 17.000 karyawan kehilangan pekerjaan, termasuk mereka yang telah mengabdi selama puluhan tahun.
Di sisi lain, hilangnya maskapai ini juga mengurangi pilihan penerbangan murah bagi masyarakat.