Banyak penumpang yang selama ini mengandalkan Spirit Airlines karena tarifnya yang terjangkau, kini harus mencari alternatif lain.
“Ini sangat mengecewakan dan bukan hasil yang diinginkan oleh siapa pun dari kita,” ucapnya.
Pada hari terakhir operasinya, maskapai tersebut masih melayani puluhan ribu penumpang serta memastikan awak kabin dapat kembali ke rumah masing-masing.
Sejak awal berdiri dengan nama Charter One Airlines pada era 1980-an, Spirit Airlines dikenal sebagai pelopor konsep tiket murah dengan layanan tambahan berbayar.
Model bisnis ini kemudian banyak diadopsi oleh maskapai lain di seluruh dunia.
Meski kerap menjadi bahan kritik, keberadaan maskapai ini telah membuka akses perjalanan udara bagi lebih banyak orang dengan biaya yang lebih terjangkau.