finnews.id – Kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada kuartal I 2026 menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Di satu sisi, laba bersih mengalami penurunan tajam dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun di sisi lain, capaian tersebut masih sejalan dengan ekspektasi pasar dan proyeksi tahunan.

Kondisi ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang dihadapi perusahaan, sekaligus membuka peluang perbaikan di kuartal berikutnya.

Laba Bersih PTBA Capai Rp802 Miliar

PTBA mencatat laba bersih sebesar Rp802 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini turun 49 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi melonjak 105 persen secara tahunan.

Jika dibandingkan dengan proyeksi tahunan, realisasi ini sudah memenuhi sekitar 22 persen dari estimasi internal dan 24 persen dari konsensus pasar. Artinya, performa perusahaan masih berada di jalur yang diharapkan.

Penurunan laba secara kuartalan terjadi karena turunnya margin kas dan volume penjualan, yang masing-masing melemah 35 persen dan 13 persen.

Produksi Anjlok, Penjualan Ditopang Stok

Dari sisi operasional, volume produksi batu bara PTBA turun signifikan menjadi 6,6 juta ton. Angka ini merosot 41 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penurunan produksi terjadi akibat faktor urutan penambangan atau mining sequence. Meski demikian, penjualan masih relatif terjaga berkat kontribusi dari penjualan persediaan.

Volume penjualan tercatat sebesar 10,2 juta ton, hanya turun 13 persen secara kuartalan. Angka ini masih sesuai dengan panduan produksi dan penjualan perusahaan untuk tahun 2026.

Porsi Ekspor Meningkat Tajam

Salah satu sorotan penting datang dari komposisi penjualan. PTBA meningkatkan porsi ekspor hingga 53 persen pada kuartal I 2026.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, yakni 44 persen pada kuartal IV 2025 dan 50 persen pada kuartal I 2025.

Kenaikan porsi ekspor menunjukkan strategi perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar global di tengah kondisi domestik yang menantang.

Stripping Ratio Turun Akibat Curah Hujan

Stripping ratio (SR) PTBA turun signifikan menjadi 5,3 kali, atau melemah 16 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.