Home Market Laba PTBA Turun Tajam Secara Kuartalan, Tapi Masih Sesuai Target! Ini Penyebabnya
Market

Laba PTBA Turun Tajam Secara Kuartalan, Tapi Masih Sesuai Target! Ini Penyebabnya

Bagikan
Laba PTBA kuartal I 2026 turun 49% secara kuartalan, namun masih sesuai target. Simak penyebab dan prospeknya ke depan.
Ilustrasi - Batu Bara
Bagikan

Penurunan ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang menghambat aktivitas penambangan. Namun, perusahaan menargetkan SR akan kembali naik mendekati panduan tahunan sebesar 6,4 kali pada kuartal berikutnya.

Margin Tertekan karena Pergerakan Persediaan

Dari sisi harga, average selling price (ASP) relatif stabil di level Rp959 ribu per ton, naik tipis 1 persen secara kuartalan. Kenaikan ini terjadi meski indeks harga batu bara ICI3 meningkat hingga 8 persen.

Sementara itu, biaya tunai (cash cost) naik menjadi Rp849 ribu per ton atau meningkat 9 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh pergerakan persediaan.

Jika tidak memperhitungkan faktor tersebut, biaya tunai justru turun signifikan menjadi Rp701 ribu per ton, atau lebih rendah 13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penurunan biaya ini didukung oleh stripping ratio yang lebih rendah serta efisiensi biaya transportasi, khususnya dari berkurangnya volume pengangkutan non-KAI.

Namun secara keseluruhan, margin kas tetap turun menjadi Rp109 ribu per ton, atau melemah 35 persen secara kuartalan.

Pendapatan Non-Operasional Ikut Menurun

Di luar operasional utama, beberapa komponen pendapatan juga mengalami penurunan. Pendapatan bunga turun 33 persen menjadi Rp41 miliar, sementara beban bunga turun 31 persen menjadi Rp54 miliar.

Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi juga menurun tajam menjadi Rp168 miliar, atau turun 50 persen. Penurunan ini mencerminkan melemahnya kinerja pembangkit listrik Sumsel-8.

Prospek Masih Terbuka, Tapi Perlu Dicermati

Ke depan, kinerja PTBA diperkirakan akan membaik seiring peningkatan volume produksi dan harga batu bara. Kondisi geopolitik global, terutama di Timur Tengah, masih menjadi faktor pendukung harga komoditas energi.

Jika konflik mereda, premi risiko perang akan menghilang. Namun, normalisasi pasokan LNG diperkirakan membutuhkan waktu, sehingga harga batu bara berpotensi tetap tinggi dalam jangka menengah.

Di sisi lain, proyek infrastruktur seperti jalur kereta Keramasan menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan ke depan.

Rekomendasi Saham Masih Ditinjau

Saat ini, proyeksi laba bersih PTBA masih dipertahankan. Namun, rekomendasi investasi dan target harga saham masih dalam tahap peninjauan.

Bagikan
Artikel Terkait
Jadwal lengkap RUPS emiten 4–8 Mei 2026, dari pembagian dividen hingga aksi korporasi yang berpotensi menggerakkan saham.
Market

Jadwal RUPS Emiten 4–8 Mei 2026: Deretan Agenda Penting, dari Bagi Dividen hingga Perubahan Direksi

Menariknya, sejumlah emiten seperti ARTO dan MARK juga memasukkan agenda aksi korporasi,...

Market

Daftar Terbaru! 15 Perusahaan Siap IPO di BEI 2026, Ini Sektor Favorit Investor

finnews.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 15 perusahaan masuk dalam...

Laba ADRO kuartal I 2026 turun akibat penjualan melemah, namun prospek tetap menarik dengan potensi bisnis aluminium.
Market

Laba ADRO Turun di Awal 2026, Volume Penjualan Jadi Biang Kerok! Prospek Masih Menarik?

Selain itu, tarif royalti juga meningkat menjadi 15 persen dari sebelumnya 12...

Gerbang Tol Cikampek Utama atau Cikatama (jasamarga)
Market

99 Ribu Kendaraan Padati Tol Cikampek Saat Long Weekend May Day 2026

finnews.id – Libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional...