Home Market Harga Minyak Meledak 6 Persen! Serangan Iran di Teluk Bikin Pasar Energi Global Ketar-Ketir
Market

Harga Minyak Meledak 6 Persen! Serangan Iran di Teluk Bikin Pasar Energi Global Ketar-Ketir

Bagikan
Harga minyak melonjak 6% usai serangan Iran di Teluk. Ketegangan di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasokan energi global.
Ilustrasi - Platform minyak lepas pantai (Pexels - Jan-Rune Smenes Reite)
Bagikan

finnews.id – Harga minyak dunia langsung melonjak tajam setelah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk memanas. Serangan Iran ke sejumlah target di Uni Emirat Arab (UEA) dan kapal-kapal di Selat Hormuz memicu lonjakan harga hingga hampir 6 persen dalam sehari.

Kondisi ini menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada awal April. Dampaknya terasa cepat di pasar energi global, yang langsung merespons dengan lonjakan harga signifikan.

Harga Minyak Brent dan WTI Melonjak Tajam

Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi acuan internasional, ditutup naik USD6,27 atau 5,8 persen ke level USD114,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga ikut terangkat USD4,48 atau 4,4 persen menjadi USD106,42 per barel.

Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama dari kawasan Timur Tengah yang menjadi jalur vital distribusi minyak.

Serangan Iran Picu Kepanikan Pasar

Pemicunya jelas. Iran meningkatkan intensitas serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz serta memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA melalui serangan drone.

Pemerintah UEA bahkan langsung mengerahkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman rudal dan drone. Di saat bersamaan, petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan api di kawasan industri minyak.

Situasi ini memperumit upaya Amerika Serikat yang sebelumnya mengerahkan Angkatan Laut untuk membuka kembali jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Militer AS vs Iran, Ketegangan Kian Memanas

Militer AS melaporkan telah menghancurkan enam kapal kecil Iran dan mencegat sejumlah rudal jelajah serta drone. Langkah ini dilakukan untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka.

Namun, Iran justru mengklaim memperluas kendali di sekitar Selat Hormuz, termasuk area strategis seperti pelabuhan Fujairah dan Khorfakkan di UEA serta pesisir Umm Al Quwain.

Perbedaan klaim ini membuat pasar semakin tidak pasti dan meningkatkan risiko konflik berkepanjangan.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Dunia

Sebelum konflik meningkat, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Artinya, setiap gangguan di jalur ini langsung berdampak pada harga energi global.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Grab Singapura Cetak Pendapatan US$955 Juta di Kuartal I, Lampaui Ekspektasi Wall Street! 

finnews.id – Grab Singapura baru saja mengukir prestasi gemilang dengan mencatatkan pendapatan...

Market

CIMB Niaga Gandeng 27 Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Talenta Muda

finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan...

Laba CIMB Niaga Q1 2026 turun tipis jadi Rp1,77 triliun, meski margin tetap kuat di tengah tekanan pendapatan.
Market

Laba CIMB Niaga Q1 2026 Turun Tipis Jadi Rp1,77 Triliun, Margin Masih Tebal!

finnews.id – Kinerja PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada kuartal pertama...

IHSG naik ke 7.057 dengan transaksi Rp23,6 triliun. BRPT dan TPIA melonjak, meski asing masih catat net sell Rp518 miliar.
Market

IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar

finnews.id – Pergerakan pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Selasa,...