finnews.id – Harga minyak dunia melonjak tajam dan memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Dalam perdagangan terbaru, lonjakan lebih dari 6% membawa harga ke level tertinggi dalam beberapa pekan, dipicu kombinasi krisis geopolitik dan menyusutnya pasokan.
Kenaikan ini tidak berdiri sendiri. Pasar merespons situasi yang semakin kompleks, mulai dari kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran hingga turunnya cadangan minyak Amerika secara signifikan.
Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi, Tembus USD120
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melonjak USD6,77 atau sekitar 6,1% ke posisi USD118,03 per barel. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak akhir Maret. Bahkan setelah penutupan, harga masih melanjutkan kenaikan hingga menyentuh USD120 per barel—level yang terakhir terlihat sejak pertengahan 2022.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ikut melesat. Kontrak Juni naik USD6,95 atau 7% menjadi USD106,88 per barel, menandai posisi tertinggi sejak awal April.
Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan global yang semakin ketat, terutama dari kawasan Timur Tengah.
Kebuntuan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Kegagalan mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan dari Timur Tengah bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump meminta perusahaan minyak domestik mencari solusi untuk mengurangi dampak jika blokade terhadap pelabuhan Iran berlangsung berbulan-bulan.
Kondisi ini memperkuat sentimen negatif di pasar energi global. Perhitungan menunjukkan lebih dari USD50 miliar pasokan minyak mentah telah hilang sejak konflik Iran dimulai hingga pertengahan April.
Analis Haitong Futures, Yang An, menilai bahwa jika blokade diperpanjang, gangguan pasokan akan semakin parah dan mendorong harga minyak terus naik.
Stok Minyak AS Anjlok Tajam, Pasokan Kian Ketat
Tekanan harga juga datang dari dalam negeri Amerika Serikat. Data dari Energy Information Administration menunjukkan cadangan minyak mentah turun lebih dari 6 juta barel hanya dalam satu pekan.
- alasan stok minyak Amerika turun drastis
- analisis kenaikan harga Brent dan WTI terbaru
- Brent WTI terbaru
- dampak keluarnya UEA dari OPEC terhadap pasar minyak
- dampak konflik Iran terhadap harga minyak global
- faktor permintaan musiman energi Amerika Serikat
- harga minyak dunia
- Headline
- Iran AS konflik minyak
- krisis Timur Tengah
- minyak naik 6 persen
- pasar energi global
- pasokan minyak global
- pengaruh Selat Hormuz terhadap pasokan minyak dunia
- penyebab harga minyak dunia naik tajam hari ini
- proyeksi harga minyak akibat krisis Timur Tengah
- stok minyak AS turun