Home Market Harga Minyak Meledak 6 Persen! Serangan Iran di Teluk Bikin Pasar Energi Global Ketar-Ketir
Market

Harga Minyak Meledak 6 Persen! Serangan Iran di Teluk Bikin Pasar Energi Global Ketar-Ketir

Bagikan
Harga minyak melonjak 6% usai serangan Iran di Teluk. Ketegangan di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasokan energi global.
Ilustrasi - Platform minyak lepas pantai (Pexels - Jan-Rune Smenes Reite)
Bagikan

Ketegangan semakin tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Kini, kawasan tersebut berubah menjadi titik paling sensitif dalam rantai pasok energi dunia.

Analis dari Eurasia Group bahkan memperingatkan bahwa harga minyak bisa bertahan di atas USD100 per barel jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut. Mereka juga memprediksi harga bensin di Amerika bisa mencapai USD5 per galon pada Juni.

Serangan ke Kapal Tambah Ketidakpastian

Iran diduga menyerang sedikitnya empat kapal di kawasan Teluk, termasuk kapal milik Korea Selatan dan UEA. Pemerintah Korea Selatan melaporkan adanya ledakan dan kebakaran pada kapal yang dioperasikan HMM di Selat Hormuz.

Selain itu, UEA menuduh Iran menyerang kapal tanker kosong milik ADNOC menggunakan drone saat melintasi selat tersebut.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris juga menerima laporan insiden kapal kargo di sekitar 36 mil laut utara Dubai, serta insiden lain di wilayah UEA pada hari yang sama.

OPEC+ Naikkan Produksi, Tapi Pasar Tetap Cemas

Di tengah situasi panas ini, negara-negara produsen minyak mencoba meredam gejolak. OPEC dan sekutunya dalam OPEC+ sepakat meningkatkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Juni untuk tujuh negara anggota.

Langkah ini menjadi kenaikan produksi ketiga secara berturut-turut. Namun, pasar masih menilai tambahan pasokan tersebut belum cukup untuk mengimbangi risiko gangguan distribusi akibat konflik.

Sementara itu, Menteri Energi UEA menegaskan komitmen negaranya untuk tetap memenuhi kebutuhan pasar global tanpa pembatasan, sekaligus terus bekerja sama dengan produsen minyak lainnya.

Pasar Energi Masih Dibayangi Ketidakpastian

Meski ada upaya stabilisasi dari berbagai pihak, pasar energi global masih bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu di kawasan Teluk berpotensi memicu lonjakan harga lanjutan.

Selama Selat Hormuz belum sepenuhnya aman, risiko terhadap pasokan energi dunia tetap tinggi. Inilah yang membuat pelaku pasar terus waspada terhadap setiap perkembangan terbaru di kawasan tersebut. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Grab Singapura Cetak Pendapatan US$955 Juta di Kuartal I, Lampaui Ekspektasi Wall Street! 

Ekspansi dan Persaingan Ketat di Asia Tenggara Meski meraih hasil positif, Grab...

Market

CIMB Niaga Gandeng 27 Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Talenta Muda

finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan...

Laba CIMB Niaga Q1 2026 turun tipis jadi Rp1,77 triliun, meski margin tetap kuat di tengah tekanan pendapatan.
Market

Laba CIMB Niaga Q1 2026 Turun Tipis Jadi Rp1,77 Triliun, Margin Masih Tebal!

Untuk posisi kas, bank ini mengantongi Rp4,16 triliun. Di sisi lain, total...

IHSG naik ke 7.057 dengan transaksi Rp23,6 triliun. BRPT dan TPIA melonjak, meski asing masih catat net sell Rp518 miliar.
Market

IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mencermati arus dana asing dan...