finnews.id – Upaya mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui langkah Kementerian Pekerjaan Umum.
Kini pihaknya tengah menggenjot pemasangan Jembatan Bailey di Desa Walahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Jembatan sementara dengan panjang 90 meter ini, dibangun untuk membuka akses menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.
Dukungan Infrastruktur Program Pendidikan
Proyek tersebut, menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi material dan mobilitas alat berat dapat berjalan tanpa hambatan.
Percepatan pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dody Hanggodo, yang menekankan pentingnya dukungan infrastruktur bagi program pendidikan.
“Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk kolaborasi antar unit organisasi, diantaranya untuk mengatasi keterbatasan akses dalam mobilisasi material pembangunan,” menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
“Segala daya dan upaya akan kita lakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat untuk adik-adik kita, dapat selesai dengan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya,” sambungnya.
Pelaksanaan di lapangan dilakukan melalui kerja sama antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah Yogyakarta dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Menurut Dody, infrastruktur seperti jalan dan jembatan memiliki peran mendasar dalam menunjang aktivitas masyarakat.
Tidak hanya itu, konektivitas yang baik juga menjadi faktor penentu kelancaran pembangunan layanan publik, termasuk sektor pendidikan.
Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes sendiri merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan, sejumlah peralatan dan material telah disiapkan antara lain 2 unit excavator, 1 unit tandem roller, 2 set alat pancang, 26 batang pipa pancang baja, serta komponen Jembatan Bailey lengkap beserta tenaga kerja pemasangannya,” jelasnya.
Fasilitas ini ditargetkan, sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026. Proses pembangunan jembatan dimulai sejak 27 April 2026, serta hingga kini menunjukkan progres yang cukup signifikan.
Spesifikasi Jembatan Bailey
Pengecoran abutment kedua telah rampung sepenuhnya, sementara abutment pertama telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan segera selesai. Di sisi lain, perakitan alat pancang juga masih berlangsung.
“Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur prioritas melalui sinergi antar unit kerja dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Secara spesifikasi, Jembatan Bailey ini memiliki lebar 4 meter dan mampu menahan beban hingga 25 ton.
Meski bersifat sementara, keberadaannya sangat krusial untuk memastikan kelancaran pembangunan di lokasi proyek.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap akses menuju area pembangunan Sekolah Rakyat dapat semakin lancar.
Hal tersebut diharapkan mampu menjaga progres konstruksi tetap sesuai jadwal sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.