finnews.id – Upaya pengembangan kawasan wisata Lovina resmi dimulai, melalui seremoni peletakan batu pertama yang berlangsung di Pantai Tasik Madu.
Langkah ini menjadi titik awal transformasi kawasan, yang diharapkan mampu menghadirkan daya tarik wisata yang lebih terpadu sekaligus meningkatkan kunjungan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra menjelaskan, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp14,1 miliar yang telah ditetapkan melalui mekanisme tender.
“Kita berkontrak dengan anggaran Rp14,1 miliar. Proses tender sudah dilaksanakan dan yang memimpin pekerjaan ini adalah tenaga inti lokal. Kita sudah cek, kinerjanya bagus,” ungkap, I Putu Adiptha Eka Putra kepada wartawan.
Pengerjaan proyek dipercayakan kepada penyedia jasa lokal, yang dinilai memiliki rekam jejak kinerja yang baik.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada aspek transparansi dan kualitas pembangunan.
Untuk itu pengawasan proyek melibatkan berbagai pihak, seperti Kejaksaan, Kepolisian Buleleng, serta Inspektorat, guna memastikan proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Melalui penataan ini, kawasan Lovina diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan dengan fasilitas yang lebih memadai dan pengalaman wisata yang lebih menarik bagi para pengunjung.
Acara peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, serta Sekretaris Daerah Gede Suyasa.
Kehadiran para pejabat ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur, yang menjadi bagian dari penataan kawasan Lovina secara menyeluruh.