Home Market Harga Tiket Melambung Tinggi, Wisatawan Mulai Tunda Liburan ke Lombok
Market

Harga Tiket Melambung Tinggi, Wisatawan Mulai Tunda Liburan ke Lombok

Bagikan
Foto ilustrasi wisata lombok (Dokumen Istimewa)
Bagikan

finnews.id – Kenaikan harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir, mulai berdampak pada sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah calon wisatawan dilaporkan membatalkan atau menunda rencana perjalanan mereka, terutama untuk destinasi seperti Lombok yang bergantung pada akses udara.

Fenomena turunnya jumlah wisatawan ini diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia.

Ia menyebutkan bahwa laporan pembatalan banyak diterima dari agen perjalanan, khususnya yang melayani penerbangan dengan rute transit melalui kawasan Timur Tengah.

“Ya kami dapat informasi dari beberapa travel agent, sehubungan dengan dinamika geopolitik ini ada beberapa yang suspendlah gitu kan, khususnya yang melalui transit jalur Timur Tengah itu, seperti Dubai, Qatar,” ungkap Ahmad Nur Aulia.

Ketidakstabilan global di wilayah tersebut turut memicu kenaikan harga avtur, yang berimbas langsung pada tarif tiket pesawat. Tak hanya faktor internasional, kebijakan penyesuaian tarif penerbangan domestik juga ikut berperan.

Sejak April 2026, harga tiket mengalami kenaikan hingga sekitar 13 persen.

Untuk rute populer seperti Jakarta–Lombok, harga tiket bahkan mendekati angka Rp 4 juta, membuat banyak wisatawan berpikir ulang untuk bepergian.

Meski demikian, belum ada data pasti mengenai jumlah wisatawan yang membatalkan kunjungan.

“Masih belum berdampaklah kalau untuk saat ini kelihatan karena ini kan posisinya juga lagi low season ini sekarang,” jelasnya.

Aulia menilai, kondisi ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh mahalnya tiket, tetapi juga dipengaruhi oleh terbatasnya konektivitas penerbangan internasional akibat dinamika global.

Dari sisi kunjungan secara keseluruhan, pemerintah daerah belum melihat penurunan yang signifikan.

Beberapa destinasi memang terlihat lebih sepi, namun hal ini dianggap wajar karena saat ini masih berada dalam periode low season.

Untuk mengatasi tekanan harga, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan insentif berupa penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat selama April hingga Juni 2026.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dan meningkatkan minat wisatawan.

Di tengah tantangan tersebut, para pelaku industri pariwisata di NTB terus beradaptasi dengan berbagai strategi.

Pemerintah daerah juga tetap mempertahankan target ambisius kunjungan wisatawan sebanyak 2,5 juta orang sepanjang tahun 2026.

“Ya mudah-mudahanlah ya kita berharaplah tiket ini bisa lebih bersahabatlah untuk para wisatawan untuk ke sini,” ucapnya.

Optimisme pun tetap terjaga, dengan mendekatnya musim liburan (high season) serta rencana penyelenggaraan berbagai event pariwisata, NTB diharapkan kembali menarik minat wisatawan dalam jumlah besar.

Bagikan
Written by
Tuahta Aldo

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.

Artikel Terkait
Market

Harga Daihatsu Xenia 2016 Bekas Jelang Idul Adha 2026, Mulai Dari Rp 100 Jutaan

finnews.id – Menjelang momen Idul Adha, pasar mobil bekas kembali menunjukkan pergerakan...

Market

Stok Berlimpah, Harga Bawang dan Cabai Turun

finnews.id – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bekasi terpantau stabil dengan...

Market

Perjalanan KA Jarak Jauh Sudah Normal Kembali Usai Kecelakaan di Bekasi Timur? Ini Penjelasan KAI 

finnews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan Kereta Api...

Market

LPPOM: Rantai Pasok Halal Harus Dimulai dari Hulu, Toko Bahan Baku Wajib Bersertifikat Halal

finnews.id – Penguatan ekosistem halal nasional tidak cukup hanya di hilir. LPPOM...