finnews.id – Sentimen pasar global bergerak kontras pada awal pekan. Di satu sisi, Wall Street melanjutkan penguatan didorong optimisme terhadap laporan keuangan raksasa teknologi. Di sisi lain, pasar domestik justru menghadapi tekanan dari arus keluar modal asing, pelemahan rupiah, dan rotasi portofolio besar-besaran di saham perbankan.
Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pelaku pasar menaruh perhatian besar pada arah IHSG, pergerakan rupiah, hingga saham-saham unggulan seperti PGAS, DSNG, TAPG, dan BUMI.
Wall Street Ngegas, Euforia Big Tech Redam Risiko Geopolitik
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat meski ketegangan Timur Tengah belum menunjukkan penyelesaian jelas. Investor terlihat lebih fokus pada musim laporan keuangan emiten teknologi raksasa seperti Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple yang memiliki kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$16 triliun.
Indeks S&P 500 naik 0,1% dan memperpanjang penguatan sepanjang April menjadi 9,9%. Catatan itu menjadi performa bulanan terbaik sejak 2020.
Penguatan Wall Street juga ditopang kabar Iran telah mengirim proposal negosiasi baru kepada Amerika Serikat. Fokus pembicaraan disebut mengarah pada pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut.
Meski konflik belum benar-benar mereda, pasar terlihat mulai mengabaikan risiko geopolitik dan lebih fokus pada prospek pertumbuhan sektor teknologi, terutama yang ditopang euforia artificial intelligence.
Pasar Asia Terbelah, Asia Utara Unggul Saat Asia Tenggara Tertekan
Perdagangan Asia dibuka mixed. Nikkei dan ASX masing-masing turun 0,4% dan 0,6%. Sebaliknya, KOSPI justru melesat 1,3% dan mencetak rekor tertinggi baru.
Fenomena ini memperlihatkan divergensi tajam di kawasan. Bursa Asia Timur seperti Korea Selatan dan Hang Seng tampil lebih solid dibanding Asia Tenggara sejak perang Amerika Serikat-Iran pecah.
Penyebabnya dinilai cukup jelas. Negara-negara Asia Tenggara sangat bergantung pada konsumsi domestik, sehingga lonjakan harga minyak menekan daya beli sekaligus membebani fiskal pemerintah.
- akuisisi bumi loyal metals dampaknya
- analisis pgas kuartal pertama 2026
- asing jual saham bank besar indonesia
- BBCA
- BBNI
- BMRI
- Bumi
- dampak pelemahan rupiah terhadap ihsg
- DSNG
- Ekonomi global
- Headline
- IHSG
- investor asing
- Pasar Modal
- PGAS
- prospek saham dsng setelah laba naik
- rang iran as
- Rupiah
- saham bank yang diakumulasi asing 2026
- saham perbankan
- sentimen pasar saham indonesia akibat pe
- TAPG
- Wall Street
- wall street menguat pengaruh ke ihsg