finnews.id – Dolar AS stabil pada hari Senin karena harapan yang goyah akan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah membuat investor waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral akhir pekan ini.
Kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar dalam merespons dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Proposal Baru Iran dan Dampaknya pada Pasar
Sentimen pasar sempat membaik semalam setelah muncul kabar mengenai jalur diplomasi baru. Melansir laporan Axios, Iran kabarnya memberikan proposal baru kepada AS melalui mediator Pakistan.
Proposal ini berisi tentang pembukaan kembali jalur perairan dan upaya mengakhiri perang, sementara negosiasi nuklir akan mereka tunda untuk tahap selanjutnya.
Namun, tidak semua pihak merasa optimis dengan kabar tersebut. Beberapa analis berpendapat bahwa potensi kesepakatan nuklir tetap menjadi titik permasalahan utama, karena setiap kesepakatan yang sebagian besar tidak mengubah program nuklir Iran dapat merugikan secara politik bagi Presiden AS di dalam negeri.
Hal ini juga dipertegas oleh Thu Lan Nguyen, kepala riset komoditas valuta asing di Commerzbank.
“Mengingat pengalaman sekitar dua minggu lalu, ketika harapan serupa (pembukaan kembali Selat Hormuz) telah muncul tetapi kembali pupus dalam waktu 24 jam, euforia pasar kemungkinan akan jauh lebih tenang kali ini,” kata Thu Lan Nguyen.
Sebagai informasi, Selat Hormuz memiliki peran vital bagi energi dunia karena biasanya mengangkut seperlima pengiriman minyak dan gas global.
Pergerakan Mata Uang Global dan Harga Minyak
Ketegangan yang masih berlanjut membuat harga minyak mentah Brent naik 2,6 persen menjadi $108 per barel. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap enam mata uang utama dunia berada di posisi 98,41, atau turun tipis 0,1 persen pada hari ini.
Dolar AS sendiri sempat mendapatkan keuntungan pada bulan Maret dari aliran dana safe-haven saat perang pecah. Namun, nilai tersebut mulai terkikis seiring munculnya harapan perdamaian meski kini kembali stabil karena pembicaraan AS-Iran terhenti.