“Ada aspek lain dari negosiasi yang penting: Iran mendesak agar sanksi ekonomi dicabut,” tambah Nguyen dari Commerzbank.
Sorotan pada Euro dan Yen Jepang
Mata uang Euro terpantau menguat tipis 0,1 persen menjadi $1,1734. Euro memang sangat sensitif terhadap harga energi karena kawasan zona euro sangat bergantung pada impor minyak. Sementara itu, perhatian dunia juga tertuju pada Yen Jepang yang tertahan tepat di bawah level penting 160 menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) akhir pekan ini.
Para pedagang khawatir jika Yen menyentuh atau melewati angka 160, otoritas Tokyo akan melakukan intervensi di pasar mata uang. Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan BOJ sama-sama diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil minggu ini.
Menurut Chris Turner, kepala riset valuta asing di ING, Federal Reserve mungkin akan mengambil langkah strategis tertentu.
“The Fed mungkin cenderung memperingatkan perlunya suku bunga tetap tidak berubah untuk jangka waktu yang lebih lama,” ujar Chris Turner, yang menilai hal tersebut bisa berdampak positif bagi posisi dolar.
Di sisi lain, BOJ kemungkinan akan memberi sinyal kesiapan menaikkan suku bunga pada Juni mendatang jika guncangan energi memicu inflasi yang meluas.
Gregor Hirt dari Allianz Global Investors mencatat bahwa siklus kenaikan suku bunga sangat bergantung pada stabilisasi geopolitik.
Jika ketegangan mereda dan Selat Hormuz kembali lancar, kenaikan suku bunga mungkin akan kembali menjadi pembahasan utama pada musim panas nanti.