Home Market Bursa Pagi: Wall Street Menguat, Asing Jual Rp40,9 Triliun di Big Bank RI, PGAS hingga BUMI Jadi Sorotan
Market

Bursa Pagi: Wall Street Menguat, Asing Jual Rp40,9 Triliun di Big Bank RI, PGAS hingga BUMI Jadi Sorotan

Bagikan
Wall Street menguat, asing jual Rp40,9 triliun di saham bank RI. PGAS, DSNG hingga rencana akuisisi BUMI jadi perhatian investor
Wall Street menguat, asing jual Rp40,9 triliun di saham bank RI. PGAS, DSNG hingga rencana akuisisi BUMI jadi perhatian investor
Bagikan

Sebaliknya, negara Asia Utara yang menjadi pusat rantai pasok semikonduktor global justru menikmati limpahan optimisme dari sektor AI.

Indonesia bahkan tercatat menjadi pasar paling tertekan di kawasan dengan koreksi 10,4% sejak konflik pecah.

Asing Lepas Rp40,9 Triliun, Big Bank Jadi Korban Sell-Off

Tekanan di pasar domestik belum mereda. Pelemahan rupiah mendorong aksi jual asing di saham perbankan berkapitalisasi jumbo.

Data IPOT menunjukkan investor asing melakukan net sell Rp40,9 triliun di empat bank besar sejak awal tahun.

Tekanan jual di BBCA dan BMRI bahkan disebut naik ke level tertinggi sejak Ultimatum MSCI. Besarnya bobot kedua saham itu di portofolio investor asing membuat tekanan sulit dihindari.

Namun ada anomali menarik. Saat dua bank besar terkena tekanan, BBNI justru mencatat akumulasi asing.

Kondisi ini dinilai menunjukkan aksi jual lebih banyak disebabkan penyesuaian bobot portofolio akibat volatilitas rupiah, bukan perubahan struktural terhadap kepemilikan asing di pasar saham Indonesia.

Bank Indonesia sendiri disebut aktif melakukan intervensi pasar valas awal pekan ini, bahkan mendorong rupiah sempat menguat 130 poin terhadap dolar AS.

PGAS Cetak Laba Melonjak, DSNG Lampaui Ekspektasi

PGAS Jadi Perhatian

Di tengah tekanan pasar, emiten energi justru memberi kejutan.

PGAS membukukan laba bersih US$90 juta pada kuartal I-2026, tumbuh 46% secara tahunan dan sedikit melampaui konsensus.

Kinerja ini ditopang margin distribusi gas yang melebar ke US$2,0 per mmbtu atau naik 37% year on year. Pelebaran margin mampu mengompensasi penurunan volume distribusi gas sebesar 10% menjadi 777 bbtud.

Meski Saka Energi masih membebani operasional, analis menilai risiko itu sudah tercermin di harga saham. Target harga bahkan dinaikkan dengan asumsi valuasi 8 kali price to earnings.

DSNG Ikut Bersinar

DSNG juga mencatat kinerja kuat. Laba bersih inti kuartal I-2026 mencapai Rp401 miliar, tumbuh 13% secara tahunan.

Pendorong utamanya datang dari volume penjualan CPO yang naik 18% menjadi 159 ribu ton dan efisiensi biaya bahan baku ke Rp9,9 juta per ton.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Harga Pangan Meledak! Cabai Rawit Tembus Rp165 Ribu/Kg, Telur Ikut Meroket

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat...

Market

Maskapai T’way Air Buka Rute Langsung Jakarta – Incheon Mulai 29 April 2026

finnews.id – Maskapai berbiaya rendah asal Korea Selatan, T’way Air, resmi memperluas...

Harga minyak melonjak 3 persen dipicu konflik AS-Iran dan gangguan Selat Hormuz. Pasar waspadai inflasi global dan ancaman kenaikan suku bunga.
Market

Harga Minyak Melonjak 3 Persen, Selat Hormuz Terganggu dan Konflik Memanas, Pasar Global Siaga

Artinya, pasar tidak lagi sekadar bereaksi terhadap perang, tetapi mulai menghitung ulang...

Market

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, CIMB Niaga Perkuat Ketahanan Lewat Stress Test

finnews.id – Industri perbankan nasional masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan domestik....