Sebaliknya, negara Asia Utara yang menjadi pusat rantai pasok semikonduktor global justru menikmati limpahan optimisme dari sektor AI.
Indonesia bahkan tercatat menjadi pasar paling tertekan di kawasan dengan koreksi 10,4% sejak konflik pecah.
Asing Lepas Rp40,9 Triliun, Big Bank Jadi Korban Sell-Off
Tekanan di pasar domestik belum mereda. Pelemahan rupiah mendorong aksi jual asing di saham perbankan berkapitalisasi jumbo.
Data IPOT menunjukkan investor asing melakukan net sell Rp40,9 triliun di empat bank besar sejak awal tahun.
Tekanan jual di BBCA dan BMRI bahkan disebut naik ke level tertinggi sejak Ultimatum MSCI. Besarnya bobot kedua saham itu di portofolio investor asing membuat tekanan sulit dihindari.
Namun ada anomali menarik. Saat dua bank besar terkena tekanan, BBNI justru mencatat akumulasi asing.
Kondisi ini dinilai menunjukkan aksi jual lebih banyak disebabkan penyesuaian bobot portofolio akibat volatilitas rupiah, bukan perubahan struktural terhadap kepemilikan asing di pasar saham Indonesia.
Bank Indonesia sendiri disebut aktif melakukan intervensi pasar valas awal pekan ini, bahkan mendorong rupiah sempat menguat 130 poin terhadap dolar AS.
PGAS Cetak Laba Melonjak, DSNG Lampaui Ekspektasi
PGAS Jadi Perhatian
Di tengah tekanan pasar, emiten energi justru memberi kejutan.
PGAS membukukan laba bersih US$90 juta pada kuartal I-2026, tumbuh 46% secara tahunan dan sedikit melampaui konsensus.
Kinerja ini ditopang margin distribusi gas yang melebar ke US$2,0 per mmbtu atau naik 37% year on year. Pelebaran margin mampu mengompensasi penurunan volume distribusi gas sebesar 10% menjadi 777 bbtud.
Meski Saka Energi masih membebani operasional, analis menilai risiko itu sudah tercermin di harga saham. Target harga bahkan dinaikkan dengan asumsi valuasi 8 kali price to earnings.
DSNG Ikut Bersinar
DSNG juga mencatat kinerja kuat. Laba bersih inti kuartal I-2026 mencapai Rp401 miliar, tumbuh 13% secara tahunan.
Pendorong utamanya datang dari volume penjualan CPO yang naik 18% menjadi 159 ribu ton dan efisiensi biaya bahan baku ke Rp9,9 juta per ton.
- akuisisi bumi loyal metals dampaknya
- analisis pgas kuartal pertama 2026
- asing jual saham bank besar indonesia
- BBCA
- BBNI
- BMRI
- Bumi
- dampak pelemahan rupiah terhadap ihsg
- DSNG
- Ekonomi global
- Headline
- IHSG
- investor asing
- Pasar Modal
- PGAS
- prospek saham dsng setelah laba naik
- rang iran as
- Rupiah
- saham bank yang diakumulasi asing 2026
- saham perbankan
- sentimen pasar saham indonesia akibat pe
- TAPG
- Wall Street
- wall street menguat pengaruh ke ihsg