finnews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp3.010 per kilogram. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para petani sawit di daerah tersebut.
Seorang petani sawit asal Babahrot, Muslim Hasan, mengungkapkan rasa syukurnya atas tren positif harga sawit saat ini. Menurutnya, kenaikan ini sangat membantu meningkatkan pendapatan petani, khususnya di wilayah Abdya dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, harga TBS sekarang sudah di atas Rp3.000 per kilogram. Ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujarnya.
Kenaikan harga ini terjadi secara bertahap dalam dua hari terakhir di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mon Jambee. Pada Rabu (22/4), harga TBS naik Rp80 menjadi Rp2.980 per kilogram. Keesokan harinya, Kamis (23/4), harga kembali naik Rp30 hingga mencapai Rp3.010 per kilogram.
Dibayangi Kelangkaan Pupuk KCL
Meski harga sawit tengah membaik, petani kini menghadapi tantangan baru, yakni kelangkaan pupuk KCL MOP berkualitas asal Jerman. Pupuk ini sangat penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas tanaman kelapa sawit.
Muslim menjelaskan bahwa pupuk KCL MOP memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas buah, memperberat bobot tandan, serta menjaga ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan.
Kelangkaan pupuk ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Jika kondisi ini terus berlanjut, produktivitas sawit dikhawatirkan akan menurun dalam jangka panjang.
“Kami berharap kenaikan harga ini juga diikuti dengan ketersediaan pupuk yang memadai. Tanpa pemupukan yang tepat, hasil panen bisa menurun,” tambahnya.
Stok Pupuk Kosong Sejak Ramadhan
Sementara itu, Jal, pemilik Toko Delima Tani di Blangpidie, mengungkapkan bahwa stok pupuk KCL MOP asal Jerman sudah kosong sejak bulan Ramadhan. Bahkan, distribusi dari tingkat penyalur di Medan juga dilaporkan tidak tersedia.
“KCL MOP sudah lama kosong. Sejak bulan puasa tidak ada pengiriman, bahkan di Medan juga tidak ada stok. Kami belum tahu apa penyebabnya,” jelas Jal.
Petani berharap tren kenaikan harga sawit dapat terus berlanjut dan diiringi dengan solusi atas kelangkaan pupuk. Dengan demikian, mereka bisa menjaga produktivitas kebun dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.