finnews.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai mengambil langkah baru dalam pengelolaan pariwisata, dengan menguji coba sistem tiket berbasis online di kawasan Gunung Bromo.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menghadirkan sistem yang lebih transparan dan modern bagi wisatawan.
“Uji coba itu dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run, yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya jumlah pengunjung,” kata Heri Mulyadi, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo.
Uji Coba Digitalisasi Tiket Bromo Mulai Diterapkan
Momentum ini dimanfaatkan untuk mengenalkan sistem baru, kepada pengunjung yang datang dalam jumlah besar.
Melalui penerapan tiket digital ini, wisatawan kini diharapkan sudah membeli tiket sebelum tiba di lokasi.
Selain mempermudah proses masuk, cara ini juga dinilai efektif untuk mengurangi antrean panjang dan mencegah penumpukan kendaraan di pintu masuk kawasan wisata.
Tidak hanya soal kemudahan, sistem ini juga membawa manfaat dalam pengelolaan data kunjungan.
Dengan pencatatan yang lebih rapi dan terintegrasi, pihak pengelola dapat mengontrol jumlah wisatawan secara lebih optimal, sehingga kenyamanan dan keamanan tetap terjaga.
Selama masa uji coba berlangsung, petugas dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) ditempatkan di berbagai titik strategis.
Mereka bertugas membantu pengunjung yang belum memahami cara pembelian tiket online serta memberikan arahan langsung di lapangan.
Tantangan Digitalisasi Tiket Bromo
Meski membawa banyak keunggulan, penerapan sistem ini masih menghadapi beberapa tantangan.
Di antaranya adalah keterbatasan jaringan internet di sejumlah area, serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap sistem digital.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah berencana meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan, memperluas sosialisasi, serta menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan.